EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,55 persen menjadi 6.220 setelah sempat bergerak menguat. Investor cenderung bersikap hati-hati menjelang banyak agenda. Yaitu, rapat dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, MSCI Global Market Accessibility Review, rebalancing indeks FTSE, dan MSCI Annual Market Classification Review.

Rupiah ditutup melemah 0,21 persen pada level Rp17.762 per dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot. Secara teknikal, MACD IHSG berlanjut membentuk pelebaran histogram positif. Namun, stochastic RSI membentuk death cross area overbought. So, IHSG bergerak sideways cenderung melemah pada kisaran 6.100-6.350. 

Menurut konsensus, Bank Indonesia diperkirakan menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5,75 persen. Meski demikian, perkiraan para ekonom terpecah antara mempertahankan BI Rate atau kembali menaikkan BI Rate 25 bps. Itu karena ketegangan geopolitik mulai reda.

Selain itu, harga minyak mentah turun, kecemasan akan inflasi menciut, dan sebelumnya BI telah menaikkan BI Rate secara agresif. Di sisi lain, karena prioritas utama BI adalah memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, maka BI masih berpotensi untuk menaikkan suku bunga lagi. 

Ada beberapa skenario mungkin terjadi dari pengumuman MSCI, yaitu pertama, kalau MSCI tetap mempertahankan Indonesia di emerging market (EM) Index namun masih membekukan masuknya saham ke indeks MSCI, diperkirakan dampak terhadap IHSG akan  netral cenderung positif. 

Kedua, kalau MSCI menurunkan status Indonesia ke Frontier Market, diperkirakan menjadi sentimen negatif terhadap IHSG akibat capital outflow, dan kepanikan investor domestik. Ketiga kalau MSCI mempertahankan status Indonesia di EM index, dan menaikkan bobot Indonesia karena kenaikan aksesibilitas dan transparansi, akan menjadi faktor positif.

Kondisi tersebut dapat mendorong rebound IHSG berlanjut. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Mitra Adiperkasa (MAPI), MNC Digital (MSIN), Jasa Marga (JSMR), Hermita (HEAL), dan Essa Industries (ESSA). (*)