Stok AS Menyusut, Harga Minyak Mentah Tembus USD83
:
0
minyak mentah dunia melonjak lebih dari 4 persen hingga mendekati USD 83 per barel pada hari Rabu. (Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 4 persen hingga mendekati USD83 per barel pada hari Rabu. Lonjakan ini secara langsung mengakhiri tren penurunan harga yang sempat berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Kenaikan harga terjadi setelah eskalasi permusuhan di kawasan Timur Tengah kembali memicu ketegangan geopolitik yang sempat mereda, sehingga memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar terkait potensi gangguan pasokan energi dunia.
Berdasarkan laporan Trading Economics, pihak militer Amerika Serikat menyatakan telah berhasil mencegat aksi yang mereka sebut sebagai "serangan mendadak Iran" yang menargetkan pasukan Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah.
Pada saat yang sama, kelompok milisi berdukungan Iran di Irak dilaporkan meluncurkan pesawat nirawak ke fasilitas minyak di Wilayah Timur Arab Saudi untuk hari kedua berturut-turut, meskipun tingkat kerusakan menyeluruh akibat serangan tersebut masih belum jelas.
Eskalasi di jalur diplomatik turut membayangi pergerakan harga minyak setelah Iran secara resmi menolak proposal dari Oman mengenai pengelolaan bersama sebesar 50-50 atas Selat Hormuz. Pihak Teheran menegaskan bahwa mereka harus mempertahankan kendali penuh atas jalur pelayaran masuk dan sebagian jalur keluar di wilayah selat strategis tersebut.
Kondisi pasar kian tertekan oleh laporan data American Petroleum Institute di Amerika Serikat yang menunjukkan persediaan minyak mentah menyusut sebesar 3,3 juta barel pada minggu lalu. Penurunan stok ini mengindikasikan berlanjutnya kondisi ketatnya pasokan minyak di tingkat global.
Perkembangan harga minyak mentah di pasar internasional ini menjadi perhatian penting bagi kondisi perekonomian di Indonesia. Sebagai negara net pengimpor minyak bumi, gejolak harga minyak mentah global senantiasa berdampak pada kalkulasi subsidi energi nasional serta dinamika pasar komoditas domestik di tanah air.(*)
Related News
Yen Terancam Tembus 165 per Dolar AS, Intervensi Mengintai
Emas Tertahan di USD 4.020 Jelang Keputusan The Fed
Dow Jones Menguat karena Harga Minyak, Nasdaq Terjungkal karena Chip
Produksi Migas PHE 935 Ribu Barel, Turun Sampai 10 Persen
Naik Tipis Pendapatan Ancol (PJAA) Jadi Rp496 Miliar, Hingga Juni 2026
Jaga Rupiah, BI Pangkas Biaya Hedging





