Sukses Transisi Energi Baru Terbarukan, Dirut PLN Ungkap Kuncinya

Energi baru terbarukan dok hijauku.
EmitenNews.com - Kunci transisi menuju energi baru terbarukan membutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, kolaborasi dalam negeri maupun global ini penting karena transisi energi membutuhkan investasi serta komitmen yang kuat. Intinya, tidak mungkin mengatasinya sendirian.
Meski begitu, Darmawan Prasodjo memaparkan, meski berat tantangan ini harus dihadapi bersama mengingat emisi gas rumah kaca di Amerika Serikat sudah mencapai 15 ton per kapita per tahun dan Eropa mencapai 11-12 ton per kapita per tahun.
Bagusnya, terkait pembiayaan, Indonesia telah memperoleh komitmen untuk mendorong transisi energi sebesar USD20 miliar dalam forum G20 di Bali, yang baru berakhir. Selama enam bulan bernegosiasi dengan dunia internasional, dalam Residensi G20 sudah ditandatangani just energy transition program, dan berhasil dapat dukungan dana USD20 miliar tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Shinta Damayanti menilai bahwa kolaborasi sangat diperlukan untuk membangun sebuah ekosistem. Kolaborasi beberapa kementerian dan tentu dengan roadmap yang sudah ada, dibentuk bersama-sama dan bersinergi, sehingga bisa melaksanakan dan mencapai target.
Terkait transisi energi, gas bumi sebagai komoditas strategis yang dapat dikembangkan mengingat Indonesia menyimpan kekayaan gas alam yang melimpah. Pihak PLN akan terus mengupayakan agar pemanfaatan gas bumi di Indonesia dapat terserap secara optimal, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur yang masif. ***
Related News

Mau Bebas Sanksi? Lapor SPT Pajak Hingga 11 April 2025

UMKM BRI Bawa Minyak Telon Lokal Tembus Pasar Internasional

Indonesia Siapkan Langkah Strategis Respons Tarif Resiprokal AS

PTPP Hadirkan Inovasi dan Keunikan Pembangunan Terowongan di Samarinda

Balas Indonesia dengan Tarif Impor 32 Persen, Ini Alasan Trump

Hadapi Aksi Trump, Ekonom Ini Sarankan RI Evaluasi Kebijakan Dagang