Surge (WIFI) Tegaskan Emisi Obligasi Anak Usaha Dalam Proses Pemenuhan Dokumen

EmitenNews.com - Manajemen PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge mengaku bahwa saat ini rencana penerbitan Surat Utang anak usaha yakni PT Integrasi Jaringan Ekosistem (PT IJE) masih dalam tahap proses pemenuhan persyaratan dan dokumentasi. Sehingga, rencana penerbitan Surat Utang oleh PT IJE ini belum dapat disertakan dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang direncanakan berlangsung pada tanggal 24 Februari 2022.
Hal itu ditegaskan Direktur WIFI, Martha Rebecca melalui keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/2).
"Rencana penerbitan obligasi masih menjadi prioritas rencana kerja Perseroan, sejalan dengan pengembangan usaha jaringan serat optik yang dibangun Perseroan. Selanjutnya kami akan senantiasa menyampaikan keterbukaan informasi apabila terdapat perkembangan mengenai rencana penerbitan obligasi PT IJE kepada Publik,"kata Martha.
Seperti diketahui, PT IJE bakal malakukan aksi korporasi melalui penerbitan surat utang (obligasi) sebanyak - banyaknya Rp600 miliar. Adapun dana hasil emisi obligasi itu akan digunakan untuk pelunasan fasilitas pinjaman perbankan dan pemenuhan kebutuhan Capital Expenditure IJE pada tahun 2022, yang akan mempercepat penyelesaian proyek pengembangan jaringan serat optic dan meningkatkan potensi pendapatan serta laba perusahaan.
"Aksi korporasi ini diharapkan dapat mendorong akselerasi pengerjaan proyek pembangunan jaringan Fiber Optik tersebut. PT IJE merupakan Perusahaan Terkendali dari Perseroan, sehingga Perseroan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa untuk memberikan persetujuan terkait rencana aksi korporasi PT IJE,"kata Martha dalam prospektus ringkas yang diterbitkan belum lama ini.
Related News

Emiten Tambang Emas Grup Rajawali Catat Laba Drop 28,2 Persen di 2024

Dua Pengendali NINE Lepas Lagi 158 Juta Saham Harga Akuisisi

Bank Jago (ARTO) Tawarkan Saham ke Karyawan, Begini Mekanismenya

INKP Grup Sinarmas Tutup 3 Anak Usaha di Mauritius, Kenapa?

OBAT Genjot Kinerja Tahun Ini & Bagi Dividen 2024

Defisit Susut, Laba DGIK 2024 Melesat 92 Persen