Surplus 16,4 Persen, BBTN 2025 Raup Laba Rp3,5 Triliun
:
0
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu, menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers Paparan Kinerja BTN Tahun 2025 di Ruang Postpaar, Menara 1 BTN, Jakarta, Senin (9/2). FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) kembali mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Mulai total aset, pencapaian laba bersih, penyaluran kredit, hingga perolehan dana pihak ketiga (DPK). Itu menunjukkan BTN mampu menjaga pertumbuhan stabil, dan solid dengan indikator keuangan sehat di tengah berbagai tantangan, dan dinamika makroekonomi.
Memasuki usia ke-76 tahun pada 9 Februari 2026, BTN mengumumkan sepanjang 2025 membukukan total aset konsolidasian Rp527,8 triliun, atau tumbuh 12,4 persen yoy. Capaian aset itu, merupakan bukti kiprah BTN selama 76 tahun telah menyalurkan 5,8 juta unit rumah termasuk kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan sektor informal, dengan pangsa pasar KPR mencapai 39 persen secara nasional.
Atas peran esensial sektor perumahan nasional itu, BTN sukses membukukan laba bersih konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, bertumbuh double digit sebesar 16,4 persen year-on-year (yoy) dibanding periode sama 2024 sebesar Rp3,0 triliun. “BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang 2025 ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis makin efisien berkat transformasi konsisten dilakukan berbagai lini. Ini hasil penerapan strategi bisnis cermat, pengelolaan keuangan sehat, dan disiplin,” tutur Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN, di Jakarta, Senin (9/2).
Pencapaian laba bersih BTN dipicu pendapatan bunga naik 23 persen yoy menjadi Rp36,3 triliun dibanding edisi sama 2024 sebesar Rp29,6 triliun. Di sisi lain, peningkatan beban bunga sangat minim 0,4 persen yoy menjadi Rp17,9 triliun dari akhir 2024 yakni Rp17,9 triliun. Nah, dari pencapaian itu, BTN membukukan pendapatan bunga bersih naik 57,5 persen menjadi Rp18,4 triliun dibanding akhir tahun sebelumnya Rp11,7 triliun.
Nixon menuturkan, BTN berhasil memperkuat profitabilitas dengan memperbaiki proses bisnis sisi penyaluran kredit, pengelolaan portofolio menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, dan upaya konsisten dalam memperoleh pendanaan berbiaya lebih murah. “Hasil itu berbuah peningkatan margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) menjadi 4,2 persen pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya 2,9 persen,” ucapnya.
Hingga akhir 2025, BTN berhasil membukukan pertumbuhan double-digit pada penyaluran kredit, dan pembiayaan konsolidasian 11,9 persen yoy menjadi Rp400,6 triliun, dari akhir 2024 senilai Rp358,9 triliun. Mayoritas kredit BTN disalurkan ke sektor perumahan, dengan penyaluran kredit mencapai Rp328,4 triliun, tumbuh 7,5 persen yoy dibanding tahun sebelumnya Rp305,6 triliun.
Pada kredit perumahan, BTN membukukan pertumbuhan KPR Subsidi 10 persen yoy menjadi Rp191,2 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp173,8 triliun. Sedang KPR Non-Subsidi meningkat 6,7 persen yoy menjadi Rp113,0 triliiun hingga akhir 2025 dibanding tahun sebelumnya Rp106,0 triliun. Ekspansi kredit BTN sektor perumahan pada 2025 salah satunya ditopang keterlibatan perseroan dalam program baru pemerintah yakni Kredit Program Perumahan (KPP) diluncurkan pada Oktober 2025.
Nixon mengatakan, BTN menjadi bank penyalur terbesar KPP dengan total penyaluran Rp2,6 triliun hingga akhir 2025. Angka tersebut setara hampir separuh dari total penyaluran KPP secara nasional. “KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka,” tukas Nixon.
Sementara itu, kepercayaan masyarakat terus meningkat turut memicu perolehan DPK konsolidasian tumbuh 14,6 persen yoy menjadi Rp437,4 triliun akhir tahun lalu, dibanding tahun sebelumnya Rp381,7 triliun. Pertumbuhan DPK BTN double-digit salah satunya didukung akselerasi pertumbuhan transaksi digital terutama superapp Bale by BTN.
BTN membukukan jumlah pengguna (user) Bale by BTN tumbuh 66,1 persen yoy menjadi 3,7 juta hingga akhir 2025 dibanding 2024 sebanyak 2,2 juta. Lompatan jumlah user turut mendongkrak jumlah transaksi Bale melonjak 79,2 persen yoy menjadi 2,2 miliar per 31 Desember 2025 dari tahun sebelumnya 1,2 miliar. Sementara itu, nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun, naik 27,7 persen yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp81,1 triliun.
Related News
PMUI Guyur Dividen Minimalis, Cair 12 Juni 2026
Manuver Prajogo Sebelum MSCI Membungkam BREN, CUAN, dan TPIA
CITA Jadwal Dividen Rp351 per Saham, Periksa Selengkapnya
AMRT Turun Kelas MSCI, Pengendali Lego Saham Rp2,99 Triliun
RALS Tebar Dividen Rp306,74 Miliar, Cum Date 21 Mei 2026
Oki Ramadhana Diboyong Jadi CEO INA, Gak Jadi Nyalon Dirut BEI?





