Susut 15 Persen, Laba ADMF 2025 Tersisa Rp1,54 Triliun
Sejumlah pengunjung hilir mudik di seputar area Adira Finance Expo. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Adira Finance (ADMF) sepanjang 2025 mengemas laba Rp1,54 triliun. Mengalami koreksi tipis 14,91 persen dari episode akhir 2024 senilai Rp1,81 triliun. Dengan hasil itu, laba per saham dasar turun ke level Rp1.253 dari sebelumnya Rp1.538.
Total pendapatan Rp12,12 triliun, surplus 2,88 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp11,78 triliun. Itu meliputi pembiayaan konsumen Rp7,55 triliun, naik dari Rp7,15 triliun. Marjin murabahah Rp1,71 triliun, susut dari Rp1,93 triliun. Bagi hasil musyarakah mutanaqisah Rp394,32 miliar, menelejit dari Rp350,11 miliar. Sewa pembiayaan Rp421 miliar, naik dari Rp266 miliar.
Total beban Rp10,14 triliun, bengkak dari Rp9,5 triliun. Itu terdiri dari gaji dan tunjangan Rp3,33 triliun, naik dari Rp2,9 triliun. Beban bunga dan keuangan Rp1,37 triliun, turun dari Rp1,42 triliun. Pembiayaan konsumen Rp1,89 triliun, susut dari Rp1,94 triliun. Pembiayaan murabahah Rp500,47 miliar, susut dari Rp561,4 miliar.
Pembiayaan musyarakah mutanaqisah Rp151,34 miliar, bengkak dari Rp56,05 miliar. Sewa pembiayaan Rp99,02 miliar, bengkak dari Rp51,5 miliar. Beban umum dan administrasi Rp1,97 triliun, bengkak dari Rp1,77 triliun. Beban pemasaran Rp709,72 miliar, naik dari Rp671,99 miliar. Bagi hasil sukuk mudharabah Rp79,14 miliar, turun dari Rp92,77 miliar.
Total ekuitas tercatat senilai Rp15,03 triliun, mengalami lonjakan dari akhir 2024 sejumlah Rp14,54 triliun. Jumlah liabilitas terakumulasi Rp23,49 triliun, turun dari akhir tahun sebelumnya Rp23,82 triliun. Total aset Rp38,52 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp38,37 triliun. (*)
Related News
Gandeng BCA, UVCR Sodorkan Integrasi Voucher Digital
Kurangi Muatan, CGS Sekuritas Lego 133,96 Juta Saham HILL
Kerek Peringkat PPRO idB, Ini Alasan Pefindo
Biayai Ini, MPPA Rancang Right Issue 24 Miliar Lembar
BLUE Ungkap Perkembangan Terbaru Akuisisi oleh Dragonmine
Bidik Berkah Mudik Lebaran, ASLC Yakin Permintaan Mobil Bekas Melesat





