EmitenNews.com - Airasia (CMPP) per 31 Desember 2025 boncos Rp1,29 triliun. Mengalami pemangkasan sekitar 15,13 persen dari episode akhir tahun sebelumnya sebesar Rp1,52 triliun. Dengan begitu, rugi per saham dasar ikut menyusut menjadi Rp121,32 dari tahun sebelumnya Rp142,95. 

Pendapatan usaha Rp7,87 triliun, menciut 0,88 persen dari akhir tahun sebelumnya Rp7,94 triliun. Total beban usaha Rp8,51 triliun, terpangkas dari Rp8,73 triliun. Itu terdiri dari bahan bakar Rp3,16 triliun, turun dari Rp3,44 triliun. Perbaikan dan pemeliharaan Rp2,06 triliun, bengkak dari Rp1,65 triliun. 

Pelayanan pesawat dan penerbangan Rp876,42 miliar, turun dari Rp971 miliar. Penyusutan Rp8442,37 miliar, susut dari Rp885,1 miliar. Gaji dan tunjangan Rp728,32 miliar, turun dari Rp768,21 miliar. Pemasaran Rp455,57 miliar, bengkak dari Rp422,61 miliar. Beban sewa pesawat Rp87,49 miliar, bengkak dari Rp51,9 miliar. 

Asuransi Rp65,45 miliar, naik dari Rp60,95 miliar. Rugi selisih kurs dari kegiatan operasional Rp235,02 miliar, susut dari Rp270,41 miliar. Beban usaha lainnya Rp3,33 miliar, terpangkas dari Rp204,01 miliar. Rugi usaha Rp644,59 miliar, menyusut dari Rp790,39 miliar. Pendapatan keuangan bersih Rp622,22 juta, susut dari Rp1,79 miliar. 

Beban keuangan Rp39,66 miliar, bengkak dari Rp424,33 miliar. Rugi selisih kurs dari aktivitas pendanaan Rp207,81 miliar, turun dari Rp309,89 miliar. Total ekuitas minus Rp10,73 triliun, naik dari Rp9,43 triliun. Akumulasi rugi Rp17,13 triliun, bengkak dari Rp15,83 triliun. Jumlah liabilitas Rp15,78 triliun, naik dari Rp15,15 triliun. Total aset Rp5,05 triliun, turn dari Rp5,71 triliun. (*)