Tabrakan Maut KA, Proyek DDT Bekasi-Cikarang Jadi Prioritas
:
0
Ilustrasi tabrakan maut KA di Stasiun Bekasi Timur menewaskan 14 orang, dan 84 penumpang luka-luka. Dok. Pikiran Rakyat.
EmitenNews.com - Tabrakan maut KA Argo Bromo Anggrek terhadap KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, mengharuskan pemerintah memprioritaskan pembangunan proyek jalur dwi ganda Bekasi-Cikarang. Musibah itu, menewaskan sedikitnya 14 perempuan, dan 84 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Kepada pers, di Stasiun KA Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026), Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan proyek double-double track (DDT) segmen Bekasi-Cikarang akan diprioritaskan sebagai bagian dari evaluasi terjadinya kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur itu.
Menhub Dudy mengemukakan, proyek DDT segmen Bekasi-Cikarang akan menjadi program bersama elektrifikasi hingga Cikampek. "Ini termasuk juga berkaitan dengan elektrifikasi, itu bagian daripada evaluasi kami terhadap layanan KAI, khususnya KRL."
Saat ini jalur DDT yang sudah beroperasi pada segmen Jatinegara-Bekasi. Proyek ini membentang dari Stasiun Manggarai hingga Cikarang. Saat ini, progres DDT Manggarai-Jatinegara masih berlanjut dengan pembangunan Manggarai Ultimate kembali dilanjutkan.
Sayangnya, pembangunan DDT segmen Bekasi-Cikarang tak kunjung dimulai. Padahal, perjalanan Bekasi-Cikarang sudah sangat padat. Pasalnya, kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KRL masih melintasi jalur yang sama, sehingga potensi risiko masih tinggi.
Pada DDT segmen Jatinegara-Bekasi, perjalanan KAJJ dengan KRL sudah terpisah, sehingga risiko sudah mulai berkurang. Namun setelah Stasiun Bekasi, jalur KAJJ dan KRL kembali menyatu hingga Cikarang.
DDT segmen Jatinegara-Bekasi dioperasikan bertahap, yakni segmen Jatinegara-Cakung yang resmi beroperasi pada 12 April 2019. Sedangkan DDT Cakung-Bekasi mulai beroperasi pada 17 Desember 2022.
Musibah Tabrakan Kereta di Wilayah Stasiun Bekasi Timur Menghadirkan Duka Mendalam
Musibah tabrakan kereta di wilayah Stasiun Bekasi Timur menghadirkan duka mendalam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan, dan kepada korban luka yang saat ini tengah menjalani penanganan medis.
Kepada pers, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga Selasa, pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sedangkan 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Related News
Korban Tewas Tabrakan Maut KA di Bekasi Timur, Jadi 15 Jiwa
Bukan Main, Dua Anggota Polri Ini Bak Pagar yang Tega Makan Tanaman
Kecelakaan Maut KA di Bekasi Timur, Usul Menggelitik Menteri Arifah
Kembangkan EBT Nasional, ESDM Bongkar Tantangan Utamanya
Efek Kecelakaan KA di Bekasi, Prabowo Minta Proyek Flyover Dipercepat
Kereta Batal, KAI Kembalikan 100 Persen Harga Tiket, Ini Mekanismenya





