EmitenNews.com - Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri merilis data Mandiri Saving Index. Ini merupakan data tingkat masyarakat dari kelompok bawah hingga kelompok atas.

Dalam rilisnya, Rabu (28/1), Office of Chief Economist Bank Mandiri menyebut tingkat tabungan bervariasi menjelang Ramadan.

Data Mandiri Saving Index per 24 Januari 2026 menunjukkan indeks tabungan kelompok menengah turun ke level 100,7 (vs 101,2 pada Desember 2025). Sebaliknya, indeks tabungan kelompok bawah meningkat ke 73,2 (vs 72,4 di Desember 2025), demikian juga pada kelompok atas (94,0 di Januari 2026 vs 92,0 di Desember 2025).

Analisis data Mandiri Spending Index dan Mandiri Saving Index menunjukkan belanja di periode Ramadan meningkat 20,4% dibanding rata-rata tingkat belanja di periode pra-Ramadan, sementara tingkat tabungan turun 0,2%. Di 2025, kenaikan belanja di periode Ramadan juga sebesar 20,4%, namun tingkat tabungan turun hingga 0,9%.

Sekitar 6 minggu sebelum Ramadan, indeks tabungan lebih rendah 7,2 poin persentase (pp) dibanding periode yang sama di 2025. Posisi yang lebih rendah terjadi pada kelompok bawah (-7,9 pp), diikuti kelompok atas (-3,2 pp), dan menegah (-0,1 pp).

Untuk menjaga daya beli masyarakat, dalam jangka pendek untuk menghadapi Ramadan 2026, kebijakan stabilisasi harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi menjadi sangat penting.

Sementara dalam jangka menengah, penciptaan lapangan kerja yang lebih berkualitas di sektor formal penting untuk menjaga dan meningkatkan level penghasilan masyarakat. (*)