Tak Ada Dividen, RUPS KDB Finance (TIFA) Setujui Jaminkan 50 Persen Aset Untuk Cari Dana
:
0
EmitenNews.com -Emiten pembiayaan atau leasing PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2023. Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 3.539.500.742 saham atau 99,642% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan.
Risalah RUPS TIFA menyebutkan, pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2022 dengan penggunaan laba bersih Rp57,06 miliar untuk dibukukan sebagai Dana Cadangan sebesar Rp50 miliar dan sisanya dibukukan sebagai Laba Ditahan, untuk menambah modal kerja Perseroan.
Disisi lain, pemangku kepentingan TIFA juga menyetujui untuk menjaminkan lebih dari 50 persen dari harta kekayaan bersih Perseroan dalam 1 tahun buku, dalam 1 transaksi atau beberapa transaksi secara kumulatif, yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lainnya, dalam rangka perolehan pinjaman dan/atau pendanaan yang akan diterima oleh Perseroan, dengan nilai penjaminan serta syarat-syarat dan ketentuan yang dipandang baik oleh Direksi Perseroan serta dengan tetap memperhatikan anggaran dasar Perseroan dan ketentuan yang berlaku
Menerima dan menyetujui Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Terbatas I Perseroan dengan data per 30 Juni 2022, dimana seluruh dana hasil Penawaran Umum Terbatas I telah habis digunakan sesuai peruntukannya baik untuk pelunasan fasilitas pinjaman kepada BCA dan Bank Shinhan Indonesia maupun untuk peningkatan portofolio pembiayaan sesuai dengan tujuan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I yang diuraikan dalam Prospektus yang telah diterbitkan kepada para pemegang saham.
Related News
Lo Kheng Hong Tambah Lagi Porsi Saham DILD, Jadinya Segini
BMRI Biayai Refinancing KIJA, Konversi Utang Jumbo USD ke Rupiah
Ikuti Induk, Emiten Grup Panorama (PDES) Sebar Dividen Minimalis
Undur Diri Setelah Lima Tahun di ADHI, Vera Kirana Geser ke WIKA
SMDR Rilis Sukuk Rp700 Miliar, Dananya untuk Biayai Proyek Jumbo Ini
Emiten Bank Harry Tanoe Minta Restu Aksi Korporasi Ini di RUPS 22 Juni





