Tak Ada Saham Baru yang Masuk FTSE, Tapi Ada Perubahan Ini
:
0
Dua emiten BUMN dan satu emiten anak BUMN terdepak dari indeks yang dikeluarkan FTSE Russell. Foto: Emitennews
EmitenNews.com - FTSE Russell menegaskan bahwa pada tinjauan September 2026, tidak ada penambahan saham baru ke dalam indeks. Baik untuk saham yang baru IPO, persentase free float yang naik, serta perubahan segmen atau klasifikasi saham dari large, mid, small atau micro.
Selain itu, pada tinjauan September 2026, FTSE juga masih menunda pembaruan terkait faktor penyesuaian bobot saham dari nol ke positif.
Dalam dokumen yang dirilis FTSE (6/10), mereka beralasan bahwa keputusan itu mencerminkan pendekatan terukur dari FTSE Russell guna memberikan waktu tambahan untuk memantau perkembangan tersebut serta menilai efektivitasnya.
“Hal ini mendukung evaluasi berkelanjutan terhadap reformasi pasar di Indonesia dan membantu memastikan transisi yang tertib dan stabil kembali ke proses peninjauan indeks yang standar,” tulis FTSE.
Lantas, Apa yang Diperbarui FTSE di Tinjauan September 2026?
Berdasarkan dokumen FAQ resmi yang dirilis, FTSE Russell mulai mengimplementasikan beberapa pembaruan secara bertahap di tinjauan September 2026.
Di antaranya meliputi pembaruan Industry Classification Benchmark (ICB), penyesuaian jumlah saham triwulanan dengan buffer 1%, serta penurunan free float triwulanan sesuai batas buffer yang berlaku.
Selain itu, FTSE Russell juga memproses penghapusan saham yang gagal memenuhi kriteria kelayakan, seperti akibat suspensi berkepanjangan, masuk kriteria pemantauan khusus, masalah likuiditas, atau kapitalisasi pasar yang berada di bawah ambang batas (exit threshold).
Adapun untuk tinjauan berikutnya, FTSE akan terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas pasar modal Indonesia.
FTSE juga menyatakan adanya potensi pemeringkatan ulang (re-ranking) indeks yang rencananya akan dipertimbangkan dan diumumkan menjelang tinjauan indeks Desember 2026.
Related News
Genjot TPT Demi Kejar Pertumbuhan 8%, Kemenperin Siapkan Ini
Menguat, IHSG Jajal Level 6.250
Pengumuman FTSE Jadi Katalis Positif IHSG, Investor Perhatikan Ini
Didukung Bank Mandiri, Rating Bank Mantap Bertahan idAAA
FTSE Pastikan Indonesia Masih di Secondary Emerging Market
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Pantau Area Ini!





