Tak Kunjung Rilis Laporan Keuangan, Begini Alasan Petinggi Danantara
:
0
Ilustrasi Danantara Indonesia. Dok. Stabilitas.id.
EmitenNews.com - Sudah lebih dari setahun, sejak diluncurkan Februari 2025, Danantara Indonesia belum juga merilis laporan keuangan. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menjelaskan pihaknya senantiasa berkomitmen transparansi, jadi BUMN harus dikelola dengan baik dan transparan. Ia memastikan, sampai akhir Juni mendatang laporan keuangan yang ditunggu-tunggu segera rilis.
Saat ini,Dony beralasan pihaknya tengah melakukan pembersihan keuangan para BUMN. Namun masih ada beberapa perusahaan yang belum selesai.
"Kenapa laporan keuangan Danantara belum keluar? Ini bentuk transparan, kami sedang melakukan pembersihan keuangan BUMN dan ada yang belum selesai," kata Dony Oskaria dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Dony Oskaria mengatakan pihaknya masih melakukan konsolidasi laporan keuangan seluruh badan usaha milik negara (BUMN) menanggapi kapan laporan keuangan tahunan resmi Danantara akan dirilis. Konsolidasi laporan keuangan dari seluruh BUMN merupakan fokus utama Danantara saat ini.
Konsolidasi laporan seluruh BUMN ini, menurut Dony, bagian penting dari upaya penguatan transparansi fiskal dan tata kelola perusahaan negara. “Kami sedang melakukan pembersihan seluruh laporan daripada BUMN, dan ada beberapa BUMN yang belum selesai.”
Dony, yang juga Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN itu mengatakan proses konsolidasi pembersihan data dan laporan keuangan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026. “Nanti akhir Juni ini (konsolidasi) akan selesai, seluruh BUMN kita bersihkan.”
Selain itu, Dony juga mengatakan bahwa dalam proses konsolidasi tersebut terdapat penyesuaian akuntansi yang cukup signifikan, termasuk impairment (penurunan nilai) terhadap buku-buku BUMN yang nilainya mendekati Rp100 triliun.
“Kami melakukan impairment hampir Rp100 triliun terhadap buku-buku BUMN. Ini bentuk daripada transparansi dan komitmen kita semua bahwa BUMN ke depan harus dikelola secara transparan,” ujar Dony Oskaria. ***
Related News
Didukung China, Menkeu Umumkan Panda Bond USD1 Miliar Terbit 23 Juli
Rupiah Jauhi Level 18.000 per USD Hari Ini
Kemenkeu Siapkan Jurus Ini Jaga Stabilitas Keuangan Semester II
Pasar Saham Asia Bangkit Saat Iran Isyaratkan Terima Gencatan Senjata
Harga Emas Dunia Tertahan Konflik, Emas Antam Melemah Rp9.000
Hang Seng Stabil, Sektor Teknologi Dongkrak Shanghai





