Tambah Kepemilikan, Sang Dirut Telah Kuasai 0,32 Persen Saham PURA
:
0
Ilustrasi PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (PURA). dok. Purtrans.
EmitenNews.com - Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (PURA), Ariel Wibisono telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 9 Agustus 2024. Setelah transaksi tersebut, porsi penguasaan saham sang dirut PURA menjadi 0,32 persen.
Dalam keterangan tertulisnya Kamis (15/8/2024) Ariel Wibisono menyampaikan telah membeli sebanyak 210.000 saham PURA di harga Rp20 per saham.
Sebelumnya, pada 16 Juli 2024, Ariel Wibisono juga pernah membeli sebanyak 4.500.000 saham PURA di harga Rp14 per saham.
"Tujuan transaksi ini adalah untuk Investasi jangka panjang dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Ariel Wibisono di PURA bertambah menjadi 20,40 juta lembar saham setara dengan 0,32% dibandingkan sebelumnya sebanyak 20,19 juta lembar saham.
Sebelumnya, Putra Rajawali Kencana (PURA) menyampaikan bahwa Direktur Yonathan Himawan Hendarto telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 8 Agustus 2024.
Dalam keterangan tertulisnya Selasa (13/8/2024), Ratna Hidayati Corporate Secretary Yonathan menyampaikan, Yonathan Himawan Hendarto telah membeli sebanyak 300.000 lembar saham PURA di harga Rp22 per saham.
Yonathan juga pernah membeli sebanyak 1.200.000 lembar saham PURA di harga Rp19 per saham pada 6 Agustus 2024.
Lalu, sebanyak 692.300 lembar saham di harga Rp23 per saham dan sebanyak 200.000 lembar saham PURA di harga Rp24 per saham pada 1 dan 2 Agustus 2024.
"Tujuan transaksi ini adalah untuk Investasi jangka panjang dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya. ***
Related News
Kabar Baik, Presiden Turunkan Bunga Kredit Orang Miskin jadi 8 Persen
Impor Bahan Baku Plastik dari AS Tiba di Indonesia Pertengahan Mei
Buka Peluang Akuisisi Saham Eramet, Rosan Ungkap Langkah Danantara
Ada 5 Uang Palsu di Setiap Rp1 Juta yang Beredar, Kenali Ciri-Cirinya
Demi Bisa Ciptakan Ekonomi Baru, Master Plan Giant Seawall Diubah
Harga Minyak Turun di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata AS - Iran





