Tangani Food Estate, BBPP Kementan Gandeng Pemprov Kalteng Antisipasi Perubahan Iklim
:
0
EmitenNews.com - Pemerintah daerah antusias menyambut Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh 2022 (PSPP) oleh Kementerian Pertanian RI. Di antaranya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui kegiatan pendalaman pelatihan bersama BBPP Binuang pada program Widyaiswara Sapa Kostratani (WisaTani) sesi 92. Menangani food estate di Kalteng, BBPP Kementan gandeng Pemprov mengantisipasi perubahan iklim.
Kegiatan PSPP 2022 dibuka oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, secara virtual, Rabu (2/3/2022), didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.
Lebih dari 1,5 juta insan pertanian menyambut antusias pelatihan, yang berlangsung tiga pekan, hingga 17 Maret 2022. Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari BPPSDMP aktif mendukung. Termasuk Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP), di antaranya BBPP Binuang yang melibatkan 82 ribu insan pertanian plus 6.409 penyuluh di Kalimantan.
Mentan Syahrul menegaskan pentingnya pengembangan SDM pertanian, mengingat sektor pertanian merupakan sektor yang paling menjanjikan karena akses pasar sudah terbuka lebar. Pengembangan SDM pertanian mengacu pada kebijakan strategis jangka panjang, di antaranya memanfaatkan single data dengan optimalisasi sistem teknologi informasi (IT).
“Kebijakan ini penting dilakukan untuk pengawasan setiap pergerakan pertanian di tiap-tiap daerah. Saya mengajak para gubernur, bupati dan wali kota serta semua elemen pemerintah daerah terus mengawal dan mendukung program pertanian dengan data yang sama," kata Syahrul Yasin Limpo.
Mentan Syahrul menargetkan peningkatan kompetensi SDM pertanian melalui PSPP 2022 untuk adaptasi dan mitigasi pertanian terhadap perubahan iklim. Dalam masa pemulihan dari pandemi Covid-19, anggota G20 sepakat mengusung mandat Zero Hunger di tengah dampak perubahan iklim.
"Perubahan iklim seperti ini baru kita hadapi, ini luar biasa. Kondisi ini tidak bisa dispekulasikan. Apa yang kita buat ini adalah sesuatu yang hebat. Sesuatu yang luar biasa. Sangat penting bagi negara dan rakyat," katanya.
Food Estate Kalteng
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menambahkan, saat ini dunia didera oleh dampak perubahan iklim dan pandemi Covid 19, namun Kementan harus tetap menjaga bagaimana caranya produktivitas dan produksi pertanian tetap meningkat.
Dedi menegaskan, PSPP 2022 merupakan program reguler maksimum, agar petani mengerti dan memahami perubahan iklim, dampak dan cara mengatasinya agar mampu implementasikan teknologi adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.
Related News
Kepercayaan Besar Untuk Luke Thomas, Pimpin BUMN Ekspor SDA
Skema Distribusi CNG 3 Kg Beda dengan Gas Melon, Tabungnya Gratis!
Lenyap Rp700T/Tahun Gegara Praktik Curang Ekspor, Prabowo Putar Otak!
Simak, Ini Rincian PP Tata Kelola Ekspor SDA yang Akan Berlaku 1 Juni
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Pagi ini Bervariasi
Harga Emas Global Pulih, Emas Antam Naik Rp35.000/Gram





