Tarik Fasilitas USD70 Juta, Ini Alasan ELSA
:
0
Salah satu instalasi migas garapan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Elnusa (ELSA) mendapat fasilitas kredit senilai USD70 juta. Plafon fasilitas kredit dari Bank BNI (BBNI) tersebut meningkat dari sebelumnya. Selain plafond melonjak, durasi pinjaman juga bertambah lama.
Ya, fasilitas kredit itu, menanjak dari sebelumnya hanya USD50 juta. Kemudian, tenor pinjaman menjadi 24 bulan. Itu terhitung sejak periode 15 Agustus 2025 sampai 14 Agustus 2027. ”Transaksi telah diteken pada 15 Agustus 2025,” tukas Retnowati, Corporate Governance Specialist Elnusa.
Sebelumnya, plafon fasilitas kredit perseroan di Bank BNI sebesar USD50 juta dengan tenor selama 12 bulan. Itu berdasar persetujuan perubahan perjanjian pemberian fasilitas kredit tidak langsung tertanggal 20 November 2014. Perjanjian itu, telah diubah beberapa kali. Terakhir diubah dengan persetujuan perubahan perjanjian pemberian fasilitas kredit tidak langsung tertanggal 21 Juli 2025.
Peningkatan plafond fasilitas kredit Bank BNI itu, masuk transaksi material, karena nominal lebih dari 20 persen dari ekuitas perseroan. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak negatif terhadap kondisi keuangan perseroan.
Sejak 2012, perseroan telah bekerja sama dengan BNI mengenai fasilitas kredit non cash loan. Pada 2025, kebutuhan pendanaan perseroan meningkat sehingga fasilitas kredit di BNI ikut meningkat. Skema fasilitas kredit sebelumnya hanya non cash loan, menjadi lebih fleksibel, sehingga bisa digunakan untuk non cash loan, dan cash loan.
Peningkatan plafond itu, dibutuhkan perseroan karena dapat mengakses dana dengan cepat, dan fleksibel untuk mendukung kebutuhan operasional. Salah satu alasan utama penambahan fasilitas kredit BNI yaitu pembuatan bank garansi untuk klien kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) mensyaratkan bank garansi haru melalui bank umum milik negara. (*)
Related News
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?





