TBIG Jajakan Surat Utang Rp2,2 Triliun, Bunga 5,85 Persen
:
0
Industri tower telekomunikasi berkembang pesat menyusul pemakaian data terus meningkat. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Tower Bersama (TBIG) bakal menerbitkan obligasi senilai Rp2,2 triliun. Surat utang tersebut terdiri dari obligasi berkelanjutan VII tahap II senilai Rp1,6 triliun. Lalu, sukuk ijarah berkelanjutan I tahap II sebesar Rp600 miliar.
Obligasi senilai Rp1,6 triliun terbagi menjadi dua seri. Seri A sebesar Rp347,98 miliar dengan tingkat bunga tetap 5,50 persen per tahun berjangka 3 tahun. Seri B sejumlah Rp1,25 triliun dengan bunga tetap 5,85 persen per tahun berdurasi 5 tahun. Bunga obligasi dibayar setiap tiga bulan.
Bunga obligasi pertama dibayar pada 4 Maret 2026, sedang bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan pada 4 Desember 2028 untuk obligasi seri A, dan pada 4 Desember 2030 untuk obligasi seri B. Sukuk ijarah senilai Rp600 miliar juga terbagi dalam dua seri.
Seri A sebesar Rp200 miliar dengan cicilan imbalan Ijarah Rp11 miliar per tahun dihitung dari jumlah sisa imbalan Ijarah Seri A atau Rp55 juta per Rp1 miliar per tahun, berdurasi 3 tahun. Seri B sejumlah Rp400 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp23,40 miliar per tahun dihitung dari jumlah sisa imbalan ijarah Seri B atau Rp58,50 juta per Rp1 miliar per tahun, berjangka 5 tahun.
Cicilan imbalan ijarah dibayarkan setiap tiga bulan. Cicilan imbalan Ijarah pertama akan dibayarkan pada 4 Maret 2026, sedang cicilan imbalan ijarah terakhir sekaligus tanggal pelunasan sisa imbalan ijarah akan dibayarkan pada 4 Desember 2028 untuk Sukuk Ijarah Seri A, dan 4 Desember 2030 untuk sukuk ijarah Seri B.
Selanjutnya, dana hasil obligasi Rp1,24 triliun atau 78,1 persen dari nilai emisi obligasi bersih akan digunakan untuk mendanai seluruh kewajiban berupa obligasi berkelanjutan VI tahap IV seri A jatuh tempo pada 13 Desember 2025. Sisanya, akan digunakan perseroan untuk melakukan pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada Bank Negara Indonesia (BBNI).
Berikutnya, dana hasil sukuk ijarah akan digunakan perseroan untuk melakukan pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada BNI berdasar fasilitas pinjaman BNI pada tanggal jatuh tempo. Jadwal penerbitan obligasi dan sukuk sebagai berikut.
Masa penawaran umum obligasi dan suluk ijarah pada 28 November 2025 hingga 1 Desember 2025. Pejatahan pada 2 Desember 2025. Pengembalian uang pemesanan pada 4 Desember 2025. Distribbusi obligasi dan sukuk ijarah secara elektronik pada 4 Desember 2025. Pencatatan obligasi dan sukuk ijarah di Bursa Efes Indonesia pada 5 Desember 2025. (*)
Related News
Bank BJB (BJBR) Jadi Sponsor Persib Lagi, Intip Kinerjanya
Tambah Porsi Direktur Ini Beli 1,4 Miliar Saham Impack Pratama (IMPC)
BBCA Sediakan Tabungan Emas di myBCA, Mulai dari 10 Ribu
Tabungan Emas Tumbuh 207 Persen, Begini Catatan BSI (BRIS) Bengkulu
Laba Semester I-2026 Rp4,3T CIMB Niaga (BNGA) Salurkan Kredit Rp247T
Komisaris dan 4 Direktur Kompak Beli Saham Bank Mestika Dharma (BBMD)





