Penanaman pohon yang dilakukan pihak UT jika sudah tumbuh dengan baik akan menjadi investasi di hari tua untuk generasi berikutnya. Semoga hasil dari penanaman ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan bijak dan sebaik-baiknya," ujar Aji, Kepala Desa Sumbergondo.
Pada kegiatan ini jenis tanaman yang dipilih adalah alpukat varietas Hass. Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki proses bisnis yang menjanjikan karena tanamannya berbuah lebih cepat dibandingkan tanaman lainnya dan juga memiliki produktivitas yang tinggi.
Di sisi lain, produksi alpukat varietas Hass di dalam negeri masih belum cukup, keberadaannya masih didominasi dari hasil impor. Oleh karena itu, budidaya alpukat Hass lokal dapat menjadi peluang besar dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Melalui kolaborasi yang dilakukan ini, UT berharap bisa memberikan manfaat secara efektif terhadap pemulihan lingkungan, kesejahteraan dan keberlangsungan masyarakat sekitar, serta dapat membangun ekonomi yang inklusif, tangguh dan berkelanjutan.
Related News
Pengendali Guyur CASH Rp31 Miliar, Simak Alokasinya
Naik Tipis, Sepanjang 2025 MCOR Raup Laba Rp301,94 Miliar
Ekspansi Kredit, ADMF Tawarkan Surat Utang Rp2,5 Triliun
WMUU Rancang Right Issue 6,1 Miliar Helai, Simak Tujuannya
SIG Kirim 36 Ribu Bata Interlock Presisi Huntap Bencana Sumatera
Agresif, Grab Tampung 357 Juta Saham SUPA Rp361 Miliar





