Sedot Rp18,35 Miliar, Ini Hasil Eksplorasi ANTM
:
0
Emas batangan besutan Antam menjadi buruan masyarakat. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Aneka Tambang (ANTM) menyedot anggaran Rp18,35 miliar. Dana segar itu terserap untuk aktivitas eksplorasi periode Januari, Februari, dan Maret 2026. Kegiatan eksplorasi sepanjang kuartal pertama 2026 fokus pada komoditas emas, nikel, dan bauksit.
Sampai 31 Maret 2026, kegiatan eksplorasi emas Antam dilaksanakan di Pongkor, Jawa Barat. Di wilayah Pongkor, kegiatan dilakukan fokus pada kegiatan pengeboran bawah tanah (underground drilling), pengeboran permukaan (surface drilling), pengukuran lintasan, pemetaan geologi, pengambilan conto, dan geokimia.
Antam dalam proses persiapan lapangan eksplorasi nikel. Eksplorasi nikel akan berlangsung di Konawe Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara serta di IUP entitas usaha yaitu Sumberdaya Arindo (SDA), di Buli, Maluku Utara. Eksplorasi mencakup pengeboran single tube, pemetaan geologi, percontoan core, logging core , pengukuran, geofisika, pengeboran, preparasi, dan analisa conto.
Eksplorasi bauksit dilakukan di Tayan dan Landak Kalimantan Barat. Di Tayan, kegiatan berupa pengeboran, pemetaan geologi, pengukuran, dan geo kimia, dan realisasi kegiatan identifikasi dan perizinan lahan. Di Landak, kegiatan berupa pemetaan geologi, identifikasi, dan perizinan lahan.
Antam melalui Unit Geomin melaksanakan eksplorasi mineral terintegrasi meliputi aktivitas survei area, eksplorasi geologi, eksplorasi geofisika, survei geodesi, pengeboran, pengujian analisa fisik dan kimia, perhitungan cadangan dan sumb erdaya mineral didukung sistem informasi geografis terintegrasi. Eksplorasi untuk memastikan kecukupan potensi sumberdaya, dan cadangan mineral strategis. (*)
Related News
Pemegang Saham Trimitra Prawara (ATAP) Ini Tambah Porsi Kepemilikan
Dua Petinggi Induk Usaha Guardian & IKEA (HERO) Pamit Undur Diri
Bayar Utang ke Bank UOB, TBIG Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25T
Pengendali Tambah Lagi Saham REAL, Porsi Jadi Segini
Dirut FUTR Borong 1 Persen Saham Rp15,3 Miliar
Emiten Real Estate (BBSS) Masih Catat Rugi di Q1 2026





