IPO SWAP Mundur, Digantikan 1 Calon Emiten Baru dari Sektor Energi
:
0
Suasana cerah menyoroti Gedung Bursa Efek Indonesia. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat satu calon emiten resmi gugur dari pipeline Initial Public Offering (IPO). PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) menunda rencana penawaran umum perdananya. Posisi yang ditinggalkan SWAP kemudian digantikan calon emiten baru dari sektor energi.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin mengonfirmasi BEI telah menerima surat permohonan penundaan dari SWAP pada Selasa (1/9/2026).
"Berkenaan dengan proses penawaran umum PT Swayasa Prakarsa Tbk, dapat kami sampaikan sebagai berikut: Bursa telah menerima Surat Permohonan Penundaan Pelaksanaan Rencana Penawaran Umum Perdana Saham dari PT Swayasa Prakarsa Tbk tanggal 1 September 2026," ujar Saidu, Rabu (2/9/2026).
Alasan Penundaan: Belum Kantongi Efektif OJK
Saidu menjelaskan alasan utama penundaan karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memberikan Pernyataan Efektif kepada SWAP.
"Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melaksanakan penawaran umum," jelasnya.
Padahal dalam prospektus, SWAP menargetkan pernyataan efektif OJK pada 31 Agustus 2026. Masa penawaran umum dijadwalkan 2-8 September 2026, penjatahan 8 September, dan pencatatan di BEI pada 10 September 2026.
Faktor lain adalah laporan keuangan perseroan yang sudah kedaluwarsa. SWAP menggunakan laporan keuangan per 28 Februari 2026 yang masa berlakunya hanya sampai 31 Agustus 2026.
"Sebagai informasi, Perseroan menggunakan Laporan Keuangan per 28 Februari 2026 pada proses penawaran umum sehingga masa berlaku Laporan Keuangan tersebut hanya sampai 31 Agustus 2026," tambah Saidu.
Alhasil, SWAP harus memperbarui laporan keuangan terlebih dahulu sebelum dapat melanjutkan proses IPO.
Related News
Emiten HSC (HATM) Private Placement 640 Juta Saham, Free Float Menciut
Harga Saham Merosot 50%, Investor RGAS Ternyata Divestasi Senyap!
Manuver Konglo, Prajogo Berambisi Kuasai Penuh Emiten Hapsoro (SINI)
Verah Kurangi Porsi, Saham TAMA Melambung 320 Persen
Performa Apik, Saham BSSR Konsisten Susuri Zona Hijau
18 September, INDY Alihkan 7,5 Juta Saham Treasuri





