Tekanan Belum Reda, IHSG Menuju Level 6.980
:
0
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin defisit 0,28 persen menjadi 7.044. Itu terjadi setelah sempat berfluktuasi antara teritori positif dan negatif. Sentimen negatif antara lain masih dari peningkatan ketidakpastian perang tarif, dan kekhawatiran berdampak terhadap ekonomi domestik.
Secara teknikal, laju penurunan indikator stochastic RSI mulai melambat. Namun, histogram MACD mulai berada di area negatif. Meski indeks sempat menembus level psikologis 7.000, namun berbalik menguat bertahan di atas level MA20 di level 7.022. So, indeks akan bergerak fluktuatif pada kisaran 6.980-7.100.
Pasar Amerika Serikat (AS) akan menanti komentar beberapa pejabat The Fed. Selain itu, akan rilis data mingguan cadangan minyak strategis AS oleh American Petroleum Institute (API). Pasar juga akan menanti data ISM Service PMI Mei 2025 diperkirakan naik menjadi 52 dari April 2025 di kisaran 51.6.
Sementara itu, pasar domestik menanti peluncuran paket stimulus ekonomi dari pemerintah mulai 5 Juni 2025 untuk mendorong kenaikan daya beli masyarakat. Paket stimulus itu, antara lain bantuan subsidi upah bagi pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta, guru honorer, diskon transportasi umum.
Tambahan bantuan sosial, dan diskon iuran jaminan kecelakaan kerja. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Surge (WIFI), Rukun Raharja (RAJA), Aspirasi Hidup (ACES), Semen Indonesia alias SIG (SMGR), dan Indosat (ISAT). (*)
Related News
BTN Raih Penghargaan Top Company in Banking Transformation 2026
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747





