EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah diperkirakan masih dihantui pelemahan di rentang Rp17.380 hingga Rp17.420 pada perdagangan Kamis (7/5/2026).

Sebelumnya, nilai mata uang rupiah sempat ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya ke level Rp17.387 atau menguat 36 poin, imbas terjadinya pelemahan indeks dolar.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkap secara tidak terduga Trump mengatakan akan menghentikan sementara operasi untuk mengawal kapal melalui Selat Hormuz. Kendati demikian, Trump mengatakan angkatan laut AS masih melanjtukan blokade atas pelabuhan Iran.

Sedangkan dari domestik, Menteri Keuangan Purbaya menyatakan perekonomian Indonesia mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan usai mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen.

“Percepatan ini belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku pasar, yang justru masih menunjukkan kekhawatiran dan cenderung menarik dana dari pasar modal. Oleh karena itu, pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan ini pada kuartal berikutnya melalui berbagai kebijakan lanjutan. Koordinasi dengan Bank Indonesia juga terus diperkuat, khususnya dalam menjaga likuiditas sistem keuangan,” kata Ibrahim, Kamis (7/5/2026).

Di sisi lain, justru sejumlah ekonom mempertanyakan hasil perhitungan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tersebut. Salah satunya data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dikeluarkan Bank Indonesia pada Maret 2026 sebesar 122,9 basis poin atau turun dibandingkan Januari 2026 sebesar 127,0 basis poin.

“Sedangkan untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.380-Rp17.420,” ujarnya. (*)