Telan Rp650 M, Livzon Indonesia Bangun Fasilitas Produksi API
Pengurus Livzon Pharma Indonesia kala melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas API di Cikarang. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Livzon Pharma Indonesia memulai pembangunan pabrik bahan aktif farmasi alias Active Pharmaceutical Ingredients (API) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Itu ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan industri GIIC Deltamas, Cikarang.
Livzon Pharma Indonesia merupakan perusahaan patungan antara Kalbe Farma (KLBF) melalui anak usaha Global Chemindo Megatrading (GCM), dan Lian SGP Holding Pte.Ltd. (Lian SGP), anak usaha Livzon Pharmaceutical Group Inc. China (Livzon Group).
Tahap pertama Livzon Indonesia akan membangun satu lini produksi API steril berbentuk bubuk liofilisasi, pusat kontrol mutu, pembangkit energi, dan sistem pengolahan limbah tanpa emisi. Pembangunan fasilitas produk senilai Rp 650 miliar (setara USD40 juta) ditargetkan akan mulai komersialisasi pada pertengahan tahun 2026.
“Pabrik ini akan memproduksi bahan baku obat terutama untuk pasar ekspor. Melalui kerja sama dengan Livzon, kita berharap untuk mulai membangun kompetensi produksi bahan baku API, sehingga menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat industri farmasi Indonesia dalam jangka panjang,” tutur Mulialie, Komisaris Livzon Indonesia sekaligus Direktur Kalbe Farma.
Sementara itu, GM operasional Livzon Indonesia Jian lei mengatakan pembangunan fasilitas baru merupakan langkah penting dalam strategi ekspansi global. Maklum, Livzon Group perusahaan farmasi terkemuka Tiongkok dikenal luas atas keunggulan dalam penelitian, pengembangan, dan pemasaran produk obat-obatan.
“Pembangunan pabrik bahan aktif farmasi juga mencerminkan sinergi nyata kemitraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok. Pembangunan pabrik bahan baku API pertama Indonesia ini dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar Global,“ imbbuh Mulialie.
Pabrik itu, akan memproduksi API antibiotik steril. Sementara tiga jenis bahan baku obat yang akan memenuhi standar GMP terkini dari FDA, EMEA, PIC/S, dan menargetkan sertifikasi halal untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri. (*)
Related News
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton
Berlaku 2027, AHY: Kebijakan ODOL Tak Boleh Hanya Sasar Pengemudi
Periksa! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan





