Telkom (TLKM) Bidik Pasar Sovereign AI, Siapkan Platform AdyaCakra
:
0
Potret talkshow bertema “Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia” di The Telkom Hub Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah menyiapkan inisiatif “AdyaCakra”, sebuah platform sovereign AI yang dirancang untuk memperkuat kedaulatan digital nasional.
Platform tersebut akan mengintegrasikan layanan sovereign AI, sovereign Cloud, hingga sovereign Cyber Security, dalam satu ekosistem yang seluruh data dan operasionalnya berada di bawah kendali Indonesia.
Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji menargetkan showcase awal AdyaCakra dapat diperkenalkan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“AdyaCakra ini sifatnya adalah membangun sovereign AI, sovereign cloud, dan sovereign cyber security,” ujar Seno usai talkshow bertema “Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia” di The Telkom Hub Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Seno menambahkan, seiring dengan inisiatif tersebut, Telkom tengah berupaya menjadi anchor untuk membangun ekosistem teknologi AI yang berdaulat.
Menurutnya, konsep kedaulatan teknologi tersebut mencakup empat prinsip utama, yakni data harus berada di Indonesia, operasional berada dalam kendali nasional, kunci enkripsi dimiliki Indonesia, dan seluruh sistem tunduk pada yurisdiksi Indonesia.
"Sehingga to what degree yang bisa kita implementasikan, itulah yang bisa kita sebut sebagai karakteristik sovereignty based on Indonesian localities," tutur Seno.
Di samping itu, Telkom (TLKM) menilai pasar sovereign AI memiliki potensi bisnis hingga ratusan triliun rupiah. Selama ini, sebagian besar nilai ekonomi dari layanan tersebut masih dinikmati penyedia teknologi global.
Telkom juga menegaskan tidak dapat membangun ekosistem ini sendiri. Karena itu, Telkom mengajak regulator, universitas, talenta digital, hingga pengembang lokal untuk berkolaborasi.
Pada tahap awal, AdyaCakra akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan korporasi. Seiring perkembangannya, platform tersebut berpotensi diperluas ke sektor yang lebih luas.
Related News
Hutama Karya (PTHK) Sebut Permohonan PKPU PT Indoland Mengada-ada
United Tractors (UNTR) Gunakan Kas Internal Rp5,6T Buyback Saham
Gantikan Glenny, Garuda Indonesia (GIAA) Kini Dipimpin Thomas Sugiarto
Bagi Nasabah Prioritas, BNI Sediakan Pembaruan Fitur wondr by BNI
SEMA Kantongi Kontrak Listrik Data Center CGK5 & CGK7, Ini Prospeknya
Segar Kumala (BUAH) Bagi Dividen Interim Rp20 Miliar, Cek Jadwalnya





