Terjun Harga UNTR–ASII Hingga ARB, Manajemen Tambang Buka Suara
:
0
Suasana aktivitas pertambangan di area milik Agincourt. Foto: Istimewa
EmitenNews.com - Saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) terjun bebas setelah izin usaha tambang emas Martabe asal Sumatera Utara itu dilucuti Izin Usaha Pertambangan (IUP) oleh pemerintah. Pada perdagangan Rabu (21/1/2026), saham UNTR dibuka hingga ditutup menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) dengan anjlok 14,93 persen atau turun 4.775 poin ke level Rp27.200 dari harga pembukaan Rp31.975.
Tekanan juga merembet ke induk usaha UNTR, PT Astra International Tbk. (ASII). Pada pembukaan perdagangan saham ASII sempat nyaris terjun ARB dengan selisih 5 tick atau 100 poin di atas harga ARB setara 13,40 persen atau turun 975 poin ke Rp6.300.
Usai kisruh pemberitaan media, PT Agincourt Resources (entitas usaha UNTR yang mengelola tambang emas Martabe) yang termasuk dalam 28 perusahaan yang izinnya dicabut oleh pemerintah melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan.
Pencabutan izin tersebut dikaitkan dengan dugaan pelanggaran lingkungan yang dinilai memperburuk dampak banjir besar di Sumatra pada akhir 2025.
Menanggapi hal tersebut, Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources (Entitas UNTR), Katarina Siburian Hardono, dalam keterangan tertulis pada Rabu (21/1/2026) menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah.
“Perseroan mengetahui informasi mengenai pencabutan Izin Usaha Pertambangan dari pemberitaan media. Hingga saat ini Perseroan belum menerima pemberitahuan resmi dan belum mengetahui secara detail keputusan tersebut,” ujar Katarina.
Ia menegaskan bahwa perseroan menghormati setiap kebijakan pemerintah dan tetap menjaga hak perusahaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Perseroan senantiasa menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance dan berkomitmen penuh untuk mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan,” tambahnya.
Sebelumnya, Agincourt Resources juga telah menghentikan sementara operasional tambang Martabe sejak 6 Desember 2025.
Menelisik sisi fundamental, analis menilai pencabutan izin ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan UNTR.
Related News
Pakai Jet Garuda Kembali Buka Penerbangan Komersial di Bandara Bandung
Timeline 3 Proyek Smelter Vale (INCO) Mundur, Ada Eksplor Tambang Baru
Santer Rumor! Saham BYAN ARA–Market Cap Salip Emiten Prajogo (BREN)
Top 3 Emiten Rumah Sakit Konglo, Juaranya SILO, MIKA, atau HEAL?
Top 10 Sell Foreign Sepekan, TPIA Milik Prajogo Paling Banyak Dilepas!
Top 10 Buy Foreign Sepekan, DSSA & Big Banks Banyak Diakumulasi Asing!





