Terpasung 6 Bulan, Multi Agro Plantation (MAGP) Menuju Gerbang Delisting
EmitenNews.com - Multi Agro Gemilang Plantation (MAGP) telah menjalani suspensi 6 bulan. Masa pembekuan tersebut akan genap berumur 24 bulan pada 18 Juli 2024. Oleh karena itu, ancaman delisting bukan hanya isapan jempol.
Susunan dewan komisaris dan direksi Multi Agro meliputi Komisaris Utama, dan Komisaris Independen Burhanuddin Andi, Komisaris Agung Sabar Santoso, Komisaris Petrus Tjandra, Komisaris Laili Qadrina, dan Komisaris Afrizal. Direktur Utama Suherman, Wakil Direktur Utama Frans Lebu Raya, dan Wakil Direktur Utama Shiddiq Yanuar Robbani.
Per 31 Mei 2022, pemegang saham Multi Agro antara lain Santika Griya Persada 4,5 miliar lembar atau 50 persen, Yabes Plantation 1,4 miliar eksemplar setara 51,79 persen, Dana Pensiun Karyawan 600 juta lembar alias 6,67 persen, dan masyarakat 2,4 miliar unit selevel 27,54 persen.
Berdasar ketentuan, perusahaan terbuka terancam delisting apabila mengalami kondisi, atau peristiwa, secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap status usaha, dan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan secara memadai.
Selain itu, saham perusahaan tercatat akibat suspensi pasar reguler, dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. ”Multi Agro sudah melakoni suspensi 6 bulan,” tulis Adi Pratomo Aryanto, Kadiv Penilaian Perusahaan 1 Bursa Efek Indonesia (BEI). (*)
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





