Tertekan, IHSG Kembali Susuri Zona Merah
:
0
Petugas menyisir teras Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi mayoritas melemah. Itu seiring aksi jual masif investor terhadap saham sektor teknologi berlanjut, dan koreksi harga minyak menekan saham sektor energi. Sandisk anjlok 2,50 persen, dan Micron Technology menyusul dengan penyusutan tipis 0,31 persen.
Sementara itu, harga minyak mentah konsisten melakoni koreksi. Di mana, WTI melemah 3,92 persen menjadi USD70,34 per barel (level terendah sejak awal Maret), dan Brent susut 4,33 persen menjadi USD73,74 per barel (level terendah sejak sebelum Amerika menyerang Iran pada akhir Februari).
Seiring penurunan harga minyak mentah saham sektor energi seperti Exxon Mobil, Chevron, ConocoPhillips, dan SLB terkoreksi lebih dari 2 persen. Perosotan indeks bursa Wall Street, harga komoditas, depresiasi nilai tukar rupiah, dan aksi jual masif investor asing diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Dengan begitu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan koreksi. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 25 Juni 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 5.735-5.585, dan resistance 6.030-6.180. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham andalan berikut.
Yaitu, Jasa Marga (JSMR), Unilever Indonesia (UNVR), Mayora Indah (MYOR), Surya Citra Media (SCMA), Indofood Sukses Makmur (INDF), dan HM Sampoerna (HMSP). (*)
Related News
IHSG Pagi Memantul Naik ke 5.904 Usai Panic Selling Review MSCI
Saham SpaceX Anjlok, Kekayaan Elon Musk Terkuras 30 Persen
Daya Saing Jeblok, IHSG Menuju 5.700
Indonesia Terbanyak di Fortune SEA 500, Pertamina Peringkat 3
Usai Ditutup Melemah, Hari Ini IHSG Uji Level 5.847
Prospek Damai AS-Iran Belum Jelas, Kurs Rupiah Melemah Rabu Sore





