Tiga dari Empat Saham Lepas Suspensi, Langsung Ngebut
Screencast logo perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan empat saham yang sebelumnya dikunci yakni, PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI) beserta waran seri I KOCI-W, PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE), PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. (LMAX), dan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk. (MKAP).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis Selasa (13/1), menjelaskan bahwa pembukaan kembali perdagangan saham dan waran tersebut efektif mulai sesi I 14 Januari 2026 di Pasar Reguler dan Tunai, sementara waran KOCI-W dibuka di seluruh pasar.
Ia menambahkan, sebelumnya BEI mensuspensi saham KOCI, SPRE, LMAX, dan MKAP pada 13 Januari 2026. Pasca pembukaan suspensi, tiga saham terpantau langsung melanjutkan penguatan, sementara satu saham justru terkoreksi.
Pada perdagangan Rabu (14/1), saham KOCI melesat agresif hingga mentok Auto-Rejection Atas (ARA) dengan lonjakan 34,34 persen atau naik 68 poin ke level Rp266.
Dua saham lainnya juga sempat mencatatkan harga ARA pada awal pembukaan namun tak berlangsung lama. Saham LMAX terpantau masih menguat 8,41 persen atau naik 18 poin ke Rp232, disusul saham SPRE yang positif naik 4,44 persen atau bertambah 12 poin ke Rp282.
Sementara itu, saham MKAP bergerak berlawanan arah dengan melemah 3,65 persen atau merosot 25 poin ke Rp660.
Reli saham KOCI dalam sepekan terakhir, saham ini telah melambung 182,98 persen, dalam sebulan berlanjut melonjak 205,75 persen, dan dalam tiga bulan terakhir masih bertahan menguat 202,27 persen atau naik 178 poin dari harga Rp88 pada 14 Oktober 2025.
Saham LMAX juga mencatat performa impresif dengan penguatan 42,33 persen dalam sepekan, 84,6 persen dalam sebulan, serta melonjak 190 persen atau 152 poin dalam triwulan terakhir dari posisi Rp80.
Saham SPRE tercatat naik 27 persen dalam sebulan, berlanjut naik 77,50 persen, dan dalam triwulan terakhir terbang 173 persen atau sekitar 180 poin dari harga Rp104 pada 14 Oktober 2025.
Sementara itu, saham MKAP meski terkoreksi hari ini, masih mencatatkan penguatan 75 persen dalam sepekan, 95,59 persen dalam sebulan, serta 75,93 persen dalam tiga bulan terakhir atau naik 287 poin dari harga Rp378 pada 14 Oktober 2025. (*)
Related News
Di Antara Tiga Saham dalam Sorotan Bursa, Hanya INDS yang Melonjak ARA
Saham Poultry dan Nikel Ini Terkekang Suspensi Jilid II, Berapa Lama?
OJK Rilis Aturan Baru Perusahaan Pembiayaan, Ini Pokok-pokoknya
Dapen Pelni Masuk Deretan Dana Pensiun yang Dibubarkan OJK
Dua dari Empat Saham Disorot Bursa, Masih Cetak ARA
OJK Perketat Pengawasan ke BEI, KSEI, dan KPEI





