Tiga Direktur Kompak Borong Saham Bank Mandiri (BMRI) Saat Harga Turun

EmitenNews.com- Tiga Direktur Bank Mandiri (BMRI) yaitu Timothy Utama, Sigit Prastowo dan Riduan kompak melakukan pembelian saham BMRI pada tanggal 31 Oktober 2023.
Rudi As Aturridha Corporate Secretary BMRI Senin (6/11) menyampaikan bahwa Timothy Utama telah membeli sebanyak 200.000 lembar saham BMRI di harga Rp5.650-Rp5.775 per saham.
Sebelumnya, Timothy juga pernah membeli sebanyak 100.000 lembar saham BMRI di harga Rp5.800 per saham dan sebanyak 65.000 lembar saham BMRI di harga Rp5.175 per saham pada tanggal 15 Agustus 2023 dan 27 April 2023.
Selanjutnya Riduan membeli saham BMRI sebanyak 300.000 lembar saham BMRI di harga Rp5.625-Rp5.675 per saham pada 31 Oktober 2023. Sebelumnya Riduan juga pernah membeli sebanyak 75.000 lembar saham BMRI di harga Rp5.200 per saham pada tanggal 26 April 2023.
Kemudian Sigit Prastowo, Direktur Keuangan & Strategi membeli saham BMRI sebanyak 191.300 lembar di harga Rp5.650 per saham pada 31 Oktober 2023
"Tujuan dari transaksi Tiga petinggi Bank Mandiri tersebut adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," jelas Rudi As Aturridha.
Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Timothy Utama di BMRI bertambah menjadi 3,62 juta lembar saham setara dengan 0,00388% dibandingkan sebelumnya sebanyak 3,42 juta lembar saham setara dengan 0,00367%.
Sementara Riduan pasca pembelian saham BMRI, maka kepemilikannya bertambah menjadi 6,34 juta lembar saham setara dengan 0,0068% dibandingkan sebelumnya sebanyak 6,04 juta lembar saham setara dengan 0,00648%.
Sedangkan Sigit Prastowo setelah Transaksi saham BMRI ini menimbun sebanyak 6.305.100 lembar setara 0,00676% kepemilikannya
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar