EmitenNews.com- Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa pihaknya tengah memantau pergerakan saham PT Bank QNB Indonesia Tbk. (BKSW), PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS), PT Eratex Djaja Tbk. (ERTX) dan Waran Seri I Boston Furniture Industries Tbk (SOFA-W). BEI juga tengah mencermati Waran Seri I Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI-W) karena terjadi peningkatan dinilai di luar kebiasaan.
Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 23 Februari 2021 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait penjelasan atas volatilitas transaksi saham BKSW, dan tanggal 2 Maret 2021 terkait laporan informasi atau fakta material rencana penambahan modal Perseroan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II dan pengumuman RUPS untuk saham BMAS, serta tanggal 6 Februari 2021 terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek untuk saham ERTX.
Sementara informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 11 Februari 2021 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek (koreksi) waran ASPI-W dan tanggal 26 Februari 2021 terkait pencatatan waran SOFA-W.
"Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis Lidia M Panjaitan, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Selasa (02/03).
Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham BKSW, BMAS, ERTX, ASPI-W dan SOFA-W. Perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi kelima saham dan waran ini, imbuh Lidia.
Oleh karena itu Bursa mengimbau para investor untuk memperhatikan para emiten tersebut atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, investor juga disarankan mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi dan dihimbau untuk mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan pemegang saham.
Sebagai tambahan informasi, pada penutupan 24 Februari saham BKSW masih di harga Rp 104 dan penutupan kemarin 2 Maret 2021, ditutup Rp 210 atau naik 101,92 persen. Saham BMAS per 24 februari masih di harga Rp 498 dan penutupan kemarin 2 Maret 2021, ditutup Rp 785 atau naik 57,63 persen dan ERTX pada 24 Februari masih di harga Rp 109 dan penutupan kemarin 2 Maret 2021, ditutup Rp 198 atau naik 81,65 persen.(Rizki)
Related News
Laba Meroket 304 Persen, BUKA Akumulasi Rugi Rp7,11 Triliun
Siapkan Dana Rp2 Triliun, ASII Gelar Buyback Saham Mulai Besok
Perkuat Aset, CBRE Resmi Kantongi Kapal Lifting Vessel Hai Long 106
Emiten Kapal (CANI) Ungkap Pengunduran Diri Komisaris Lagi, Ada Apa?
Laba DWGL Melejit 89,74 Persen, Penjualan Tembus Rp3,49 Triliun di 202
Emiten ATK (BINO) Teken Kontrak dengan Deli, Raup Order CNY1,5 Juta!





