Tiga Saham Diumumkan UMA, Harga Langsung Rontok
Ilustrasi tren penurunan harga (downtrend).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya aktivitas tidak wajar (Unusual Market Activity/UMA) terhadap tiga saham, yakni Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), Surya Permata Andalan Tbk (NATO), dan Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML).
Kepala Divisi Peraturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menyampaikan bahwa keputusan pengumuman UMA mulai berlaku efektif pada Jumat (5/12).
Sebelum terkena UMA, HUMI mencatat reli agresif. Dalam sepekan sahamnya melesat 57,05 persen atau naik 85 poin ke Rp203. Dalam sebulan HUMI melonjak 95 persen dari Rp120 pada 4 November 2025, dan sepanjang tahun terakhir telah melambung 368 persen dari Rp50 di awal Januari.
NATO juga mencetak lonjakan kenaikan 40,96 persen dalam rentang sepekan ke Rp234, kemudian menguat 58,11 persen sebulan dari Rp148 dan naik 47,17 persen sepanjang tahun terakhir dari Rp159 pada awal Januari 2025.
Sementara BSML naik 4,39 persen sepekan ke Rp238, menguat 28,65 persen sebulan dari Rp185, dan menanjak 81,68 persen sepanjang tahun dari Rp131.
Setelah pengumuman UMA dirilis, pada pembukaan perdagangan Jumat (5/12) ketiga saham tersebut langsung tersungkur.
HUMI yang dikendalikan oleh Tommy Soeharto itu terperosok 4,27 persen atau turun 10 poin ke Rp224. NATO ambruk 8,55 persen turun 20 poin ke Rp214, serta saham BSML terpental hingga 10,08 persen atau turun 24 poin ke Rp214.
Related News
Ini Data Aksi Asing di SBN, SRBI, dan Saham Awal 2026
Awal 2026 Masih Nol IPO, Kontestan Lighthouse Terlihat Mundur?
Long Weekend Isra Mikraj, Bursa Buka Kembali 19 Januari
BEI Setop Aktivitas Perdagangan HSBC Sekuritas, Ini Alasannya
Reli 257 Persen, Saham Paragon (PKPK) Lanjut ARA Usai Sepekan Dikunci
Dua Saham Terbang Ratusan Persen Ini dalam Pantauan Bursa





