EmitenNews.com - PT Teladan Prima Agro (TLDN) merealisasikan 77 persen dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp220 miliar untuk akuisisi dan ekspansi bisnis. Jumlah itu, diambil dari total dana bersih IPO sebesar Rp285 miliar.

Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana, menyampaikan realisasi rencana strategis tersebut di antaranya adalah akuisisi PT Cipta Davia Mandiri senilai Rp136 miliar. Selain itu, untuk setoran modal kepada PT Telen Prima Sawit Rp44 miliar untuk pembangunan pabrik pengolahan inti sawit atau kernel crushing plant (KCP).

Investasi lainnya dilakukan melalui penyetoran modal kepada PT Daya Lestari sebesar Rp40 miliar untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas (biogas power plant/BPP).

"Investasi pada pembangunan KCP dan BPP tidak hanya memperkuat integrasi operasional perseroan, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi prinsip circular economy, di mana limbah kelapa sawit diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus sumber energi terbarukan," kata Wishnu dalam keterangan resmi, dikutip Senin (20/4/2026).

Langkah tersebut, lanjut Wishnu, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya serta pengelolaan emisi.

Sementara itu, sisa dana IPO sebesar Rp65,28 miliar telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk dialihkan penggunaannya. Dana tersebut akan difokuskan menjadi penyetoran modal dan/atau uang muka setoran modal kepada entitas anak, yakni PT Cipta Davia Mandiri.

Pengalihan penggunaan dana tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kebun, dengan mempertimbangkan dinamika industri, termasuk terbatasnya ketersediaan aset perkebunan kelapa sawit yang memenuhi standar internal perseroan serta tingginya valuasi pasar saat ini.

"Dengan strategi tersebut, TLDN optimis dapat terus menjaga kinerja yang positif di tengah dinamika industri, sekaligus memperkuat fundamental bisnis dan struktur permodalan, guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan serta penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan," ujar Wishnu. (*)