EmitenNews.com - Jeffrey Hendrik resmi ditetapkan menjadi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) definitif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2026-2030.

Keputusan itu berdasarkan surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor SR-10/D.04/2026 tanggal 17 Juni 2026, di mana OJK telah menetapkan daftar Calon Anggota Direksi BEI masa jabatan 2026–2030 sebagai berikut:

• Jeffrey Hendrik – Direktur Utama
• Saidu Solihin – Direktur Penilaian Perusahaan
• Irvan Susandy – Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa
• Yulianto Aji Sadono – Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan
• Abdul Munim – Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko
• Iding Pardi – Direktur Pengembangan
• Umi Kulsum – Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum

Rencananya, susunan anggota direksi tersebut akan disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI Tahun 2026 yang akan digelar pada 29 Juni 2026.

Bagi pelaku pasar, nama Jeffrey Hendrik tentu bukanlah sosok yang baru. Ia bahkan kerap kali muncul di pemberitaan media massa. Terutama dalam posisinya saat ini sebagai Pejabat Sementara Dirut BEI.

Lantas, bagaimana profil dan rekam jejak Jeffrey Hendrik hingga akhirnya menjadi Dirut BEI?

Rekam Jejak Jeffrey Hendrik

Jeffrey menamatkan pendidikan perguruan tingginya dengan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada tahun 1995. Ia kemudian mmemulai karier profesionalnya di PT Zone Pratama dalam kurun waktu 1994 hingga 1996.

Kemudian melanjutkan karirnya sebagai Corporate Finance PT Transpacific Securindo pada tahun 1996 sampai 1999 dan sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas sejak 1999 hingga 2022.

Selain itu, Jeffrey juga sempat menjadi Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019-2020), Pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Anggota Departement Perdagangan Efek (2020-2022), dan Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK sejak tahun 2021.