Tonggak Sejarah, FOLK Catat Laba, dan Ekuitas Melejit 108 Persen
:
0
Pengurus Multi Garam kala menjelaskan kinerja dan rencana pengembangan bisnis ke depan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Multi Garam Utama (FOLK) sepanjang kuartal I 2026 mengemas laba bersih sebesar Rp14,82 miliar. Itu merupakan pencapaian pertama sejak FOLK mencatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil tersebut berarti meroket 612,8 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi rugi bersih Rp2,89 miliar, dengan perbaikan absolut Rp17,71 miliar secara tahunan.
Penguatan Fundamental Neraca
Per 31 Maret 2026, total aset tumbuh 93,57 persen menjadi Rp147,50 miliar, dan total ekuitas melonjak 108,42 persen menjadi Rp137,80 miliar. Itu didorong eberhasilan eksekusi private placement menghasilkan tambahan agio Rp53,99 miliar. Total liabilitas terkendali Rp9,71 miliar dengan debt to equity ratio 0,07x, dan current ratio 8,65x. FOLK tidak memiliki utang bank, dan seluruh liabilitas bersifat operasional.
Efisiensi Operasional Berbasis Teknologi
Disiplin efisiensi sejak 2024 menjadi fondasi dari pencapaian kuartal I 2026. Beban operasional susut 22,4 persen tahun lalu, berdampak langsung pada bottomline. Sebagai bagian dari transformasi internal, FOLK secara aktif mengintegrasikan AI Agent ke berbagai fungsi inti meliputi riset investasi, pemantauan portofolio, kepatuhan regulasi, intelijen pasar modal, dan otomatisasi pelaporan internal.
Pendekatan itu, memungkinkan FOLK menjalankan operasi holding lean dengan tim inti terfokus, sembari memperkuat kapasitas pengambilan keputusan berbasis data.
Transformasi Menjadi Platform Investasi Multi-Sektor
FOLK telah berevolusi dari ekosistem sebelumnya fokus pada media, ritel, dan kekayaan intelektual, menjadi platform investasi multi-sektor. Berakar pada ekosistem kreatif telah dibangun, FOLK kini memperluas eksposur ke sektor-sektor strategis baru meliputi layanan kesehatan, dan infrastruktur dengan tetap mempertahankan fondasi operasional telah dibangun.
“Kuartal I 2026 menandai titik infleksi bagi FOLK. Laba bersih kami catatkan konfirmasi awal strategi konsolidasi dan efisiensi operasional kami jalankan sejak dua tahun terakhir membuahkan hasil. Dengan struktur permodalan jauh lebih kuat dan disiplin alokasi modal konsisten, kami percaya FOLK telah siap memasuki fase pertumbuhan berikutnya, dengan eksposur yang lebih terdiversifikasi pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan kontribusi nyata terhadap ekonomi Indonesia,” ujar Danny Sutradewa, Direktur Utama Multi Garam Utama.
Penguatan Ekosistem ke Infrastruktur dan Healthcare
Related News
Sat Nusapersada (PTSN) Tabur Dividen, Intip Besarannya
Simak Jadwal Stock Split RAJA 1:5
AMIN Tebar Dividen Rp10,8 Miliar, Catat Jadwalnya
IFII Salurkan Dividen 61,55 Persen Laba, Yield Atraktif
Akuisisi Tuntas! DEWI Bidik Diversifikasi, dan Pertumbuhan Baru
TSPC Bagi Dividen Final Rp225 Miliar, Cum Date 15 Juni 2026





