EmitenNews.com - Total utang pemerintah Rp9.637,9 triliun pada kuartal IV-2025. Nilai utang hingga akhir 2025 itu bertambah sekitar Rp229,26 triliun dibanding kuartal III-2025 yang senilai Rp9.408,64 triliun. Nilai utang pemerintah yang sebagian besar dari SBN itu setara 40,46% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Mengutip catatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Jumat (13/2/2026), nilai utang pemerintah akhir 2025 itu setara 40,46% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Naik dari catatan kuartal III-2025 sebesar 40,30%.

Utang pemerintah pada 2025 yang sebesar Rp9.637,9 triliun itu mayoritas hasil penerbitan surat berharga negara alias SBN yang mencapai 87,02% atau senilai Rp8.387,23 triliun. Sisanya ialah pinjaman sebesar Rp1.250,67 triliun.

Dibandingkan komposisi kuartal III-2025 komposisi utang pemerintah akhir 2025 itu naik seluruhnya, karena saat itu penerbitan SBN senilai Rp8.187,55 triliun, sedangkan yang berasal dari pinjaman Rp1.221,09 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pembiayaan APBN dari utang pada tahun lalu sangat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi ekonomi yang tertekan, hingga menyebabkan demonstrasi berdarah pada Agustus-September 2025.

"Terpaksa karena ada perlambatan signifikan. Pilihannya yang mana? ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit tapi ekonomi kita selamat, habis itu kita tata ulang semuanya," tegas eks Ketua Lembaga Penjamin Simpanan itu.

Nominal utang itu sulit dibandingkan dengan catatan sepanjang 2024, karena Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada saat itu tak lagi merilis data utang pemerintah melalui Buku APBN Kinerja dan Fakta yang biasanya rutin terbit tiap bulan.

Namun, saat menyampaikan keterangan terhadap RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Τahun Anggaran 2024 dalam Rapat Paripurna, DPR, Selasa (2/7/2025), Sri Mulyani sempat menyebutkan posisi kewajiban pemerintah, termasuk utang jangka pendek dan panjang, mencapai Rp 10.269 triliun pada akhir 2024.

Sedangkan total aset negara tercatat Rp13.692,4 triliun pada akhir 2024. Dari posisi aset dan kewajiban tersebut, posisi ekuitas pemerintah mencapai Rp3.424,4 triliun. ***