Meski Pemerintah saat ini sudah mendatangkan vaksin, dan kita sudah bisa melakukan vaksinasi mandiri, namun tetap, kondisi pandemic belum berakhir dan ekonomi belum sepenuhnya pulih. Meski perlahan membaik, kondisi saat ini masih menyisakan kekhawatiran. Kita tidak tahu kapan sebenarnya situasi seperti ini akan benar-benar berakhir dan roda ekonomi kita akan berjalan dengan normal.
Satu hal yang pasti, ada penyesuaian-penyesuaian yang harus kita lakukan. Dan melihat situasi dan kondisi saat ini, maka inilah beberapa hal yang bisa kita lakukan, dalam menghadapi kondisi keuangan di tahun 2021.
1. Defensif
Lakukanlah mode defensive atau bertahan, dalam menyikapi kondisi ekonimi yang ada. Lihatlah apakah Anda akan mampu bertahan dengan kondisi keuangan Anda sekarang dalam 1-2 tahun mendatang, atau tidak. Buatlah rencana, buatlah perhitungan. Apabila ada pembelian barang atau sesuatu yang tidak benar-benar dibutuhkan, tundalah dahulu untuk membeli.
Apabila ada aset yang tidak produktif, juallah dengan catatan jangan jual rugi. Beberapa orang akan memanfaatkan kondisi sekarang ini justru untuk berinvestasi di aset properti karena banyaknya harga jatuh dan orang menjual murah. Kalau Anda memiliki dana lebih dan kebutuhan dapur sudah aman untuk 2 tahun ke depan, maka sangat boleh Anda memanfaatkan situasi seperti sekarang. Tapi kalau belum, hati-hatilah dalam memutuskan untuk berinvestasi.
2. Atur ulang pengeluaran
Gaji tidak berhubungan dengan kaya, tapi gaya hidup. Baik dengan gaji Rp. 5 juta atau Rp 20 juta, cukup atau tidaknya semua tergantung pada gaya hidup dan apakah Anda memiliki tanggungan atau malah menjadi sandwich generation.
Apapun itu, menyikapi kondisi ekonomi yang masih tidak kondusif, ada baiknya Anda mengatur kembali pengeluaran yang Anda miliki. Kurangi jatah untuk gaya hidup dan alihkan ke dana darurat atau investasi. Sangat dimengerti kalau sekarang ini banyak sekali teman atau relasi yang membanting setir mengubah pekerjaannya dengan menjual makanan demi bertahan hidup. Membantu sangat dibolehkan apalagi dengan membeli makanan atau membantu penjualan tersebut, Anda juga berperan dalam tetap menjalankan roda ekonomi. Tapi, buatkan pos keuangan khusus untuk ini dan jangan melebihi budget. Pilihlah mana pengeluaran yang penting mana yang bisa dikurangi. Buatlah pos-pos keuangan dan disiplin dalam pengeluaran.
3. Dana darurat dan Asuransi adalah wajib
Satu hal yang harus disadari sekarang ini pentingnya dana darurat. Kalau Anda belum memiliki dana darurat yang cukup, ada baiknya memang mulai mengumpulkannya atau menabung kembali dana darurat yang mungkin sempat terpakai beberapa waktu yang lalu.
Meski Anda sudah memiliki BPJS, pahamilah bahwa ada beberapa hal yang tidak dicover oleh BPJS. Oleh sebab itu penting sekali untuk tetap asuransi. Tidak perlu yang mahal, tapi setidaknya Anda tahu, asuransi yang Anda miliki cukup bisa menutupi biaya yang mungkin timbul apabila terjadi apa-apa dengan Anda, dan mungkin terkena Covid-19.
Biaya pribadi yang mungkin dikeluarkan akibat Covid-19 bisa dimulai dari Rp. 20-an juta sampai Rp. 800 juta. Tetap jauh lebih mahal dari uang yang Anda keluarkan untuk polis asuransi. Memang sebenarnya biaya tersebut dicover pemerintah kalau Anda mau dirawat di rumah sakit rujukan. Tapi beberapa asuransi bahkan memberikan penggantian biaya untuk hotel atau tempat lain yang memberikan fasilitas isolasi mandiri. Jadi perhatikanlah dan pelajari benar, asuransi seperti apa yang Anda butuhkan dan apa saja perlindungan yang Anda dapatkan sebelum membeli asuransi.
4. Kurangi dana investasi, tapi jangan tidak berinvestasi sama sekali
Investasi menjadi hal yang sulit untuk beberapa orang, terutama yang terkena pemutusan kerja atau pemotongan gaji. Investasi memang bisa ditunda dalam kondisi seperti sekarang ini. Namun, perlu dipahami kalau pasar saham dan reksadana saat ini masih dalam kondisi murah, sehingga kesempatan yang ada sebenarnya sangat bagus kalau untuk memulai investasi. Apalagi kalau Anda memang sudah memiliki tujuan keuangan tertentu, dan tujuan keuangan itu adalah untuk investasi jangka panjang.
Tetaplah berinvestasi walau sedikit, karena selain keuntungan yang diperoleh bisa jauh lebih besar, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan mungkin tidak perlu tertunda, walau ada pandemic.
Related News
Pertumbuhan Thailand Terkuat dalam 3 Kuartal, Tapi Masih Kalah dari RI
Rupiah Hari ini Masih Fluktuatif Cenderung Melemah
Kepercayaan Bisnis di Singapura Anjlok Terendah dalam 3 Tahun
Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Tekan Harga Emas
Rupiah Tertekan, Diprediksi Sentuh Level Rp17.660
Berikut Isu Yang Bakal Jadi Fokus Investor Pekan ini





