TRUE Tunda Private Placement 757,11 Juta Helai, Mengapa?
Salah satu proyek properti garapan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - True Land (TRUE) kembali menunda gelaran rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa. Ajang itu, sedianya untuk meminta restu private placement 757,11 juta lembar. Manajemen menilai penundaan itu, karena pelaksanaan private placement saat ini belum mencerminkan valuasi wajar perseroan.
Oleh sebab itu, perseroan sedang mengkaji beberapa alternatif corporate action yang bisa mencerminkan valuasi wajar perseroan, dan lebih mengoptimalkan kepentingan pemegang saham dalam jangka panjang. Penundaan itu, tidak mengubah komitmen perseroan terhadap rencana penguatan struktur permodalan, dan tidak mempengaruhi kinerja operasional maupun rencana bisnis yang telah berjalan.
”Perseroan akan terus memantau perkembangan pasar, dan akan melaksanakan private placement pada waktu dinilai lebih tepat serta memberikan nilai tambah maksimal bagi seluruh pemegang saham,” tegas Yohanes Eddy Christian, President Director Triniti Dinamik.
Rapat akbar itu, sebelumnya akan dihelat pada 25 Februari 2026 mendatang. Berdasar skenario, rapat akan bertempat di The Langham, Sudirman Central Business District 8 lot 28, Senayan, Jakarta, rapat akan berlangsung pukul 10.00 WIB hingga tuntas. Peserta berhak ikut rapat, harus tercatat sebagai pemegang saham alias recording date pada 2 Februari 2026.
Agenda utama rapat itu, persetujuan private placement 757.110.786 helai alias 757,11 juta lembar. Pengeluaran saham baru tersebut dibalut dengan nilai nominal Rp25. Penerbitan saham anyar itu, maksimal 10 persen dari jumlah saham ditempatkan, dan disetor penuh perseroan.
Private placement akan digeber setelah mendapat restu investor. Awalnya, rapat akbar itu, akan digeber pada Senin, 12 Januari 2026. Namun, mendadak perseroan mengubah jadwal menjadi 11 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. Pada Senin, 12 Januari 2026, saham perseroan menjit 82 poin alias 18,30 persen menjadi Rp530 per helai.
Hebatnya, enam bulan terakhir, saham afiliasi keponakan Prabowo yaitu Rahayu itu, meroket 2.844,44 persen setara 512 poin dari edisi 18 Juli 2025 di level Rp18. Di sisi lain, tindakan korporasi itu dilakukan untuk memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk pemegang saham publik perseroan. Selain itu, hajatan tersebut dilaksanakan untuk penguatan struktur permodalan, dan meningkatkan posisi keuangan perseroan.
Berdasar skenario, dana hasil pelaksanaan private placement, setelah dikurangi biaya-biaya, akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, dan kegiatan umum usaha. Pengembangan usaha melalui pembangunan proyek yang diharap memberi nilai tambah bagi perseroan ke depan.
Perseroan dapat melakukan penyesuaian penggunaan dana sesuai dengan kebutuhan aktual perseroan dan/atau entitas anak perseroan. Perseroan akan memperhatikan, dan mematuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan (POJK No. 42/2020).
Setelah pelaksanaan private placement, jumlah aset akan meningkat 8,86 persen, dan ekuitas melejit 10,04 persen. Investor yang absen dalam aksi itu, akan mengalami dilusi kepemilikan 9,09 persen. Selain itu, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan naik menjadi 8,32 miliar eksemplar. (*)
Related News
Ngacir ARA Berujung Digembok, Kapan Saham BAIK Bakal Dibuka?
UVCR Siap Ekspansi Masif, Bidik Posisi Pemimpin Ekosistem Voucher
Ini Penjelasan PT Kapuas Prima Coal Soal Volatilitas Saham ZINC
Pasok Susu Program MBG, Ultra Jaya Milk (ULTJ) Investasi Rp1,1T
Dukungan WKM, ASLI Siap Jadi Emiten Konstruksi Terbesar Indonesia
Bursa Kulik Rekam Jejak Ari Askhara, Ini Penjelasan HUMI





