Tumbuh Minimalis, Grup Bakrie (ENRG) Catat Laba USD55,65 Juta
:
0
Aktivitas eksplorasi Blok Sengkang besutan Energi Mega Persada. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Energi Mega Persada (ENRG) sembilan bulan pertama 2025 mencatat laba bersih USD55,65 juta. Menanjak 9 persen dari posisi sama tahun lalu USD51,27 juta. Itu didukung penjualan bersih emiten Grup Bakrie tersebut naik 13 persen menjadi USD361,38 juta dari sebelumnya USD319,66 juta.
Kemudian, EBITDA melonjak 24 persen menjadi USD224,49 juta dari USD180,53 juta. Laba kotor meningkat 39 persen menjadi USD125,05 juta dari episode sama tahun lalu USD89,9 juta. Itu didukung penerapan manajemen biaya disiplin, dan kinerja operasi lebih efisien.
Kinerja keuangan makin membaik mencerminkan fokus perseroan pada efisiensi, dan profitabilitas. Rata-rata produksi minyak meningkat 6 persen menjadi 8.381 barel per hari dari 7.917. Sementara rata-rata harga jual gas naik 7 persen menjadi USD6,79 per mcf dari 6,32.
Dengan disiplin biaya berkelanjutan, dan peningkatan operasional, laba bruto juga meningkat 39 persen dibanding tahun sebelumnya. Meski beban operasional meningkat 3 persen, perseroan sukses mencatat pertumbuhan laba operasi lebih dari 30 persen, menunjukkan keberhasilan program low-cost, high-impact perseroan.
Pertumbuhan produksi minyak terutama didorong produksi Blok Siak dan Kampar Riau. Sementara tambahan produksi gas dari Blok Sengkang Sulawesi Selatan mendukung kinerja gas secara stabil. ”Perseroan akan terus fokus pada aset-aset utama telah berproduksi untuk menambah nilai, melanjutkan kegiatan eksplorasi, selektif mengejar peluang pertumbuhan melalui potensi akuisisi, dan kemitraan strategis,” tegas Syailendra S Bakrie, Direktur Utama Energi Mega.
Tim pengembangan bisnis perseroan terus memperkuat portofolio melalui akuisisi terarah, dan kolaborasi strategis. Inisiatif itu, mendukung ekspansi operasional, dan keberlanjutan jangka panjang, sekaligus menegaskan komitmen perseroan untuk memberi nilai, dan imbal hasil konsisten bagi para pemegang saham. (*)
Related News
Hibah Lahan Meikarta ke Negara Bukan Rp6 Triliun, Segini Angkanya
WTON Catat Lonjakan Skor ESG 71, Tarik Atensi S&P Global
Pendapatan 2025 Melonjak 317 Persen, KOTA Bidik Kinerja Kian Progresif
INDF Bagi Dividen Rp290 per Saham, Fokus Jaga Pangsa Pasar dan Profit
PPRE Lepas 100 Persen Saham Lancarjaya Rp1,6T dan Tunjuk Dirkeu Baru
Emiten Tommy Soeharto (GTSI) Beberkan Ekspansi Aset Kapal Danaputri 1





