Tunjukkan Tren Positif, ANTV Kembali jadi Stasiun Televisi FTA Tier #1
EmitenNews.com - ANTV sebagai entitas anak dari PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) kembali menduduki jajaran Tier #1 TV FTA sejak Oktober 2021. Performa kepemirsaan ANTV menunjukkan tren positif di 3 bulan terakhir, dengan perolehan TVS 9,6 persen pada November 2021. Kunci keberhasilan ANTV tidak lepas dari konsistensi penerapan strategi programming SC2B (Scheduling, Content, Costing, Branding) sejak semester II 2021.
Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (23/12/2021), Direktur MDIA yang juga CEO ANTV Ahmad Zulfikar mengatakan, ANTV konsisten menayangkan serial lokal maupun serial asing berkualitas. “ANTV menjadi top of mind untuk serial asing, khususnya Series India, terbukti dari performa series asing di industri yang didominasi ANTV seperti Radha Krishna, Mahabharata, Uttaran, dan Balika Vadhu. Bahkan serial drama lokal ANTV Terpaksa Menikahi Tuan Muda mampu bersaing dan masuk Top 10 program di industri.”
Prinsip “setiap jam tayang (daypart) merupakan primetime untuk pemirsa yang dibidik” menjadi panduan ANTV dalam menetapkan dan menyajikan program tepat sesuai target audiens. Kombinasi serial drama lokal dan asing, serta keberhasilan mengidentifikasi selera pemirsa terbukti jitu meningkatkan performa program ANTV.
Sementara itu Managing Director PT Visi Media Asia (VIVA) Arief Yahya mengatakan, VIVA mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan 5,3 persen di atas prediksi Media Partners Asia (MPA) edisi Juni 2021 sebesar 5 persen. Itu berarti naik jadi Rp920,3 miliar di Semester I 2021 dari Rp874,1 miliar di periode yang sama tahun lalu. EBITDA VIVA juga mengalami perbaikan menjadi Rp75,5 miliar. Kinerja VIVA itu ditopang performa dua stasiun TV FTA, yakni ANTV & tvOne yang masih diminati masyarakat untuk mengakses hiburan dan informasi.
“Namun VIVA juga menyadari bahwa digital adalah masa depan, hal ini terlihat dengan pertumbuhan penetrasi internet secara eksponensial di masa pandemi Covid-19. Karena itu, VIVA terus mengembangkan portfolio digitalnya,“ kata Arief Yahya. (Eko Hilman). ***
Related News
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun
Meski Harga Tak Naik, Pertamina Ajak Masyarakat Hemat BBM





