ULN Swasta Turun, Utang Jangka Panjang Masih Mendominasi
Posisi ULN swasta tercatat sebesar 192,8 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025, turun dibanding posisi triwulan III 2025 sebesar 194,5 miliar dolar AS.(Ilustrasi: BI)
EmitenNews.com - Berbeda dengan utang luar negeri (ULN) pemerintah, ULN swasta triwulan IV 2025 mengalami penurunan. Posisi ULN swasta tercatat sebesar 192,8 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025, turun dibanding posisi triwulan III 2025 sebesar 194,5 miliar dolar AS.
Bank Indonesia (BI) dalam siaran persnya Rabu (18/2) menyebut perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,9% terhadap total ULN swasta.
"ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3% terhadap total ULN swasta," demikian disampaikan Direktur Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.
BI menilai secara keseluruhan struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,9% pada triwulan IV 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,7% dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.(*)
Related News
Rupiah Rabu Pagi Dibuka Melemah 37 Poin
ULN Indonesia Triwulan IV 2025 Bertambah USD4,1 Miliar
Harga Emas Antam Turun Lagi Rp40.000 Per Gram
Dukung Pariwisata, 2 Investor Asing Bangun Akomodasi di Lombok Tengah
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp22.000 Per Gram
SERAMBI 2026, BI Siapkan Rp185,6 Triliun Kondisi Layak Edar





