EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan dan pola transaksi Saham PT MPX Logistics International Tbk (MPXL). Pasalnya terjadi peningkatan harga di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).
BEI dalam pengumuman bursa pada Rabu (19/10) menyampaikan bahwa Informasi terakhir mengenai MPXL adalah informasi tanggal 11 Oktober 2023 yang dipublikasikan melalui website Bursa tentang laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Emiten penyedia jasa transportasi dan logistik tersebut hingga penutupan sesi I perdagangan, Kamis (19/10) Saham PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) melemah -2,18% atau turun -6 point ke harga Rp268 per saham.
Saham MPXL bergerak dari batas bawah di level 252 hingga batas atas di level 288, dengan volume perdagangan 951.055 lot, dan nilai transaksi mencapai Rp25,7 miliar.
Sementara manajemen MPXL pada hari ini mengumumkan bakal menebar dividen interim Rp2 miliar setara 47 persen dari koleksi laba bersih medio 2023 sejumlah Rp4,34 miliar. Setiap pemegang saham perseroan akan menerima santunan dividen tunai Rp1 per eksemplar.
Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham MPXL, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, tulis Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono.
Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





