Unilever (UNVR) Pastikan Bagi Dividen 100 Persen dari Laba 2024
Kantor oprasional UNVR
EmitenNews.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memastikan akan membagikan dividen dengan pay out ratio 100% untuk tahun buku 2024.
"Kami pastikan akan tetap mendistribusikan dividen (pay out ratio) 100%, karena kebijakan ini tidak mengalami perubahan," kata Direktur Keuangan Unilever Indonesia Vivek Agerwal saat konferensi pers secara virtual, Kamis (13/2).
Vivek menjelaskan sejak tahun 2007, kebijakan perusahaan ialah mendistribusikan seluruh laba sebagai dividen.
"Tahun lalu, kami bahkan membagikan dividen yang melebihi laba yang berasal dari laba ditahan," tambahnya.
Dalam laporan keuangan 2024, laba bersih UNVR tercatat hanya mencapai Rp 3,36 triliun di sepanjang tahun 2024. Hasil ini turun 29,83% dari tahun sebelumnya mencapai Rp 4,8 triliun.
Kinerja penjualan pun ikut terkoreksi 8,99% menjadi Rp 35,13 triliun di tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 36,61 triliun.
Secara dirinci, penjualan dalam negeri mencapai Rp 22,42 triliun di tahun 2024, turun dari tahun sebelumnya mencapai Rp 25,15. Sementara dari sisi penjualan ekspor juga mencapai Rp 12,71 triliun atau turun Rp 13,46 triliun.
Perlu diketahui UNVR pada 2023 telah membagikan total dividen sebesar Rp 140 per saham atau seluruhnya sebesar Rp5,34 triliun. Jumlah dividen 2023 tersebut lebih besar dari raihan laba bersih tahun yang sama sebesar Rp4,8 triliun.
Presiden Direktur UNVR Benjie Yap menambahkan UNVR tengah berfokus pada transformasi bisnis dan organisasi, dan baru-baru ini memperoleh persetujuan dari para pemegang saham untuk mendivestasikan bisnis es krim.
"Langkah-langkah strategis ini menggarisbawahi komitmen perseroan untuk memperkuat posisi di pasar dan mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," ujar Benjie.
Related News
Susut 63 Persen, Emiten Lo Kheng Hong (DILD) Raup Laba Rp64,26 Miliar
Makin Bengkak, DOID Boncos USD116,26 Juta
WIKA Beton (WTON) Raup Laba Rp40 Miliar, Siap Hadapi Pemulihan Siklus
MORA Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Serap Saham Publik yang Tolak Merger
WGSH Siap Tebar 1 Miliar Saham Bonus, Recording Date 7 April
Obligasi dan Sukuk RATU Catat Kelebihan Permintaan 6,8 Kali





