EmitenNews.com - Unilever Indonesia (UNVR) per 31 Maret 2026 mentabulasi laba Rp2,14 triliun. Melesat 73,98 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp1,23 triliun. Dengan hasil positif itu, laba per saham dasar menanjak menjadi Rp33 dari sebelumnya Rp29. 

Penjualan bersih Rp8,44 triliun, surplus 2,8 persen dari episode sama tahun lalu Rp8,21 triliun. Harga pokok penjualan Rp4,37 triliun, mengalami pembengkakan dari posisi sama tahun sebelumnya Rp4,23 triliun. Laba kotor terkumpul Rp4,06 triliun, menanjak dari fase sama tahun 2025 sejumlah Rp3,97 triliun. 

Beban pemasaran dan penjualan Rp1,64 triliun, susut dari Rp1,86 triliun. Beban umum dan administrasi Rp830,37 miliar, mengalami pembengkakan dari Rp665,83 miliar. Beban lain-lain Rp30,4 miliar, bengkak dari Rp683 juta. Laba usaha Rp1,56 triliun, melonjak dari Rp1,43 triliun. 

Penghasilan keuangan Rp37,9 miliar, meroket dari Rp1,9 miliar. Biaya keuangan Rp10,75 miliar, susut dari Rp25,64 miliar. Beban pajak penghasilan Rp341,76 miliar, mengalami pembengkakan dari posisi sama tahun lalu Rp316,18 miliar. Laba dari operasi yang dilanjutkan Rp1,25 triliun, melesat dari Rp1,09 triliun. 

Jumlah ekuitas Rp6,56 triliun, mengalami peningkatan signifikan dari akhir tahun sebelumnya Rp4,47 triliun. Total liabilitas Rp13,45 triliun, menciut dari episode akhir 2025 senilai Rp15,54 triliun. Jumlah aset Rp20,01 triliun, turun tipis dari akhir tahun lalu Rp20,01 triliun. (*)