US-Iran Mulai Akur, Rupiah Ikut Terangkat
:
0
Nilai tukar rupiah ikut terangkat dengan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah ikut terangkat dengan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Melanjutkan tren penguatan yang terjadi sejak 8 Juni, Senin ini pantauan dari kurs konversi Google rupiah berada di level Rp17.690 per dolar. Menguat dari hari sebelumnya Rp17.779 per dolar.
Konversi dari Tradingciew, rupiah juga menguat dari penutupan sebelumnya Rp17.725 per dolar AS menjadi Rp17.695. Dari konversi kurs di Bloomberg rupiah juga menguat ke Rp17.696.
Kurs rupiah sempat mencapai rekor terlemah pada 8 Juni USD18.190 yang kemudian memicu Bank Indonesia untuk intervensi dengan menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 basis poin. Sejak itu pelan-pelan rupiah menguat ke level Rp18.031 per dolar pada 9/6, Rp17.785 pada 10/6, sempat melemah tipis ke Rp17.921 pada 11/6, kembali menguat ke Rp17.759 pada 12/6, melemah tipis lagi ke kisaran Rp17.779 pada 13 dan 14 Juni, dan hari ini kembali menguat seiring meredanya ketegangan antara AS dan Iran di Timur Tengah.
Senada dengan rupiah, Won Korea Selatan, seperti dilaporkan Trading Economics, hari ini juga menguat menjadi sekitar 1.511 per dolar. Penguatan ini memperpanjang pemulihan Won setelah menyentuh level terlemahnya sejak Maret 2009 di dekat 1.560, seiring dengan meredanya permintaan global untuk aset safe-haven setelah kemajuan menuju kesepakatan AS-Iran. Demikian pula dolar Australia yang naik di atas $0,70.
Namun kondisi berbeda dihadapi Yen Jepang yang terdepresiasi melewati 160 per dolar pada hari Senin, membalikkan keuntungan dari sesi sebelumnya saat para trader menumpuk taruhan pendek terhadap mata uang tersebut di tengah perdagangan carry yang terus berlanjut, di mana investor meminjam terhadap yen yang memiliki imbal hasil rendah dan berinvestasi di mata uang lain.
Langkah ini mencerminkan kesenjangan suku bunga yang terus berlanjut antara Jepang dan AS, yang telah mengalahkan upaya Bank of Japan untuk secara bertahap memperketat kebijakan dan intervensi mata uang yang berulang oleh Tokyo. Namun, Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunga minggu ini dalam upaya untuk menahan inflasi dan menstabilkan mata uang.(*)
Related News
Utang LN Pemerintah Meningkat, 22 Persen Untuk Kesehatan dan Sosial
Harga Emas Naik 2 Persen Dekati USD4.300, Antam Mengekor
Kesepakatan AS-Iran Bawa Indeks Kospi Dibuka Melonjak 5 Persen
Kesepakatan Damai AS-Iran Turunkan 4 Persen Harga Minyak
Penyaluran FLPP Rumah Subsidi 77 Ribu Unit, Minat Kaum Muda Besar
Tahap Akhir Uji Coba B50, Kini Bahlil Makin Pede Terapkan Mulai 1 Juli





