Usai RUPS, PART Ketok Dividen dan Ubah Jajaran Komisaris
:
0
Potret aset yang dimiliki PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART). Foto: PART
EmitenNews.com - PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), salah satu emiten yang bergerak di bidang manfuaktur komponen suku cadang, mengumumkan rencana pembagian dividen bagi pemegang saham. Jumlah dividen yang akan digelontorkan PART sebesar Rp6,04 miliar.
Nominal tersebut diambil dari perolehan laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang mencatatkan Rp30,20 miliar.
Manajemen PART menyampaikan, keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 25 Juni 2026 lalu.
“Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.265.820.700 saham atau 80,4915% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan,” sebagaimana tertulis dalam keterbukaan informasi PART, Selasa (30/6).
Berkaitan dengan rencana pembagian dividen, perseroan juga telah menetapkan jadwal terkait hal tersebut. Yaitu, cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 3 Juli 2026, dengan ex date dividen pada 6 Juli 2026.
Kemudian, cum date dividen di pasar tunai akan berlangsung pada 7 Juli 2026, dengan ex date dividen pada 8 Juli 2026. Sedangkan jadwal recording date dijadwalkan pada 7 Juli 2026 hingga pukul 16.00.
Sementara pembayaran dividen kepada para pemegang saham akan berlangsung pad 24 Juli 2026.
Selain menetapkan besaran dividen, perseroan juga menyetujui perubahan jajaran komisaris periode berikutnya. Hal itu disebabkan terdapat pengunduran diri Reyniel Fero Walandouw dari kursi komisaris independen.
Atas hal itu, perseroan menyetujui pengangkatan Nuzwan Gufron untuk mengisi komisaris independen perseroan. Sehingga susunan manajemen PART yakni sebagai berikut;
Direksi
Related News
Komisaris dan 4 Direktur Kompak Beli Saham Bank Mestika Dharma (BBMD)
Pembiayaan Kendaraan Berbasis Syariah Tumbuh Kuat, Ini Penjelasan BSI
BCA (BBCA) Gandeng Pegadaian, Luncurkan Tabungan Emas di myBCA
Batavia (BPII) Tebar Dividen Interim Rp35M, Cair 11 September
Dukung Operasional Bandara Dhoho, GGRM Suntik SDHI Rp200 Miliar
Bangkit dari Harga Gocap, Saham Garuda Indonesia (GIAA) Tersorot





