Vale (INCO) Eksplorasi di 3 Blok Sulawesi Telan Dana USD1,6 Juta
Karyawan PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
EmitenNews.com - PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi untuk Bulan Januari hingga Maret 2024 masih berlanjut dan difokuskan pada daerah-daerah di dalam Kontrak Karya.
Filia Alanda Corporate Secretary INCO dalam keterangan tertulisnya Pekan lalu menjelaskan daerah eksplorasi terletak di Blok Sorowako dan Sorowako Outer Area di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan Blok Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah serta Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan menghabiskan total biaya sebesar USD1.670.380,48.
Metode Eksplorasi yang dilakukan berupa Eksplorasi memakai metode pengeboran core drilling HQ-3 untuk program pengeboran yang bertujuan untuk peningkatan level sumber daya dengan jarak 100m dan 50m yang dilakukan di area Blok 1 Pomalaa dan Program pengeboran untuk menunjang kegiatan penambangan dengan jarak 50m dan 25m dilakukan di Bukit Liliane (Blok Timur Sorowako). Pengeboran juga dilakukan dengan jarak acak di Bukit Konde dan Harapan (Blok Barat Sorowako).
Selanjutnya survei geofisika dengan menggunakan metode geolistrik (ERT) dilakukan di Bukit Konde South (Blok Barat Sorowako) dengan pelaksana oleh PT Vale Indonesia Tbk bersama dengan pihak ketiga (kontraktor pengeboran dan geofisika).
"Hasil pengujian sedang dalam proses penghitungan sumber daya dan cadangan dengan metode ordinary krigging di Sorowako,"tuturnya.
Filia menambahkan Blok Sorowako akan melanjutkan kegiatan pengeboran dengan jarak 50m dan 25m di Bukit Liliane (Blok Timur Sorowako) dan pengukuran geofisika dengan menggunakan metode geolistrik (ERT) akan dilanjutkan di Bukit Liliane (Blok Timur Sorowako) selanjutnya seluruh aktifitas pengeboran direncanakan untuk mendapat profil laterit yang lengkap.
Related News
Performa COIN Solid, Segmen Derivatif Meledak 7.623 Persen
Longsor 794,64 Persen, FILM Tekor Rp257 Miliar
Sudahi 2025, Laba dan Pendapatan RAJA Tumbuh Minimalis
Prabowo Dorong Kendaraan Listrik, NTBK Masuk Radar EV Nasional
Anjlok 43 Persen, Laba PTBA Sisa Rp2,92 Triliun
ANTM Raup Laba Rp7,2 Triliun, Telisik Ini Pemicunya





