VIVA Berpotensi Breakout, Gelaran World Cup Jadi Pemantik
:
0
PT Visi Media Asia Tbk (VIVA)
EmitenNews.com - Saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) kembali menjadi sorotan pelaku pasar seiring meningkatnya sentimen positif dari gelaran World Cup yang secara historis mampu mendongkrak kinerja emiten media berbasis konten dan penyiaran.
Momentum pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut dinilai berpotensi menjadi katalis bagi VIVA, terutama melalui peningkatan pendapatan iklan, lonjakan traffic pemirsa, hingga monetisasi konten digital.
Dalam periode event global seperti ini, belanja iklan biasanya meningkat signifikan, khususnya dari brand FMCG, otomotif, hingga platform digital yang berlomba memanfaatkan tingginya engagement audiens.
VIVA, yang memiliki eksposur kuat di sektor media televisi dan digital, berada dalam posisi strategis untuk menangkap peluang tersebut. Dengan jaringan distribusi konten yang luas dan basis penonton yang sudah terbentuk, setiap peningkatan viewership berpotensi langsung berdampak pada top line perusahaan.
Di sisi lain, dari perspektif valuasi, VIVA dinilai masih relatif menarik. Dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil dibandingkan pemain sejenis seperti PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), saham ini memberikan ruang upside yang lebih besar apabila terjadi rerating seiring perbaikan kinerja.
Namun yang menarik, pasar juga mulai menyoroti adanya potensi valuation mismatch dalam struktur grup. VIVA diketahui merupakan pemegang saham mayoritas di MDIA dengan kepemilikan sekitar 83,2%.
Dengan kapitalisasi pasar MDIA yang berada di kisaran Rp5,5 triliun, maka secara implisit nilai kepemilikan VIVA di MDIA saja sudah setara sekitar Rp4,5 triliun.
Angka tersebut jauh di atas kapitalisasi pasar VIVA yang saat ini hanya sekitar Rp850 miliar, sehingga memunculkan indikasi bahwa pasar belum sepenuhnya merefleksikan nilai aset yang dimiliki perseroan.
Secara teori, kondisi ini sering disebut sebagai holding discount, di mana perusahaan induk diperdagangkan lebih murah dibandingkan nilai aset yang dimilikinya. Namun dalam beberapa kasus, gap yang terlalu lebar dapat membuka peluang rerating apabila terdapat katalis yang mendorong transparansi nilai atau perbaikan kinerja.
Sebagai perbandingan, MDIA yang berada dalam ekosistem media grup besar cenderung memiliki valuasi lebih premium karena stabilitas bisnis dan dukungan grup. Sementara itu, VIVA yang memiliki market cap lebih kecil seringkali bergerak lebih agresif ketika terdapat sentimen positif, seperti event global atau perbaikan industri media.
Related News
Pendapatan DSNG Kuartal I Melesat Meski Harga Jual CPO Turun 3 Persen
Ekspansi Pasar! Jantra Grupo (KAQI) Gandeng Investor Jepang
BOLT Bagikan 88,63 Persen Laba 2025 Sebagai Dividen, Yield 5,32 Persen
BLOG Cetak Laba Rp36,55 Miliar, Tumbuh 25,52 Persen di Q1-2026
Ekosistem Tjokro Group, GPSO Masuk ke Sektor Machining & Casting
Investor Singapura Incar Kendali NAYZ, MTO dan Right Issue Menyusul





