Wall Street Drop, IHSG Ikutan Jeblok
:
0
Petugas kebersihan tampak menyisir area teras Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Mayoritas indeks Wall Street kemarin ditutup koreksi. Itu menyusul kenaikan harga minyak dunia, dan eskalasi ketidakpastian konflik Iran masuk pekan keempat. Pelemahan itu, terjadi setelah rebound sesi sebelumnya, kala pasar merespons positif pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal pembicaraan dengan Iran.
Trump mengatakan, AS saat ini tengah melakukan negosiasi dengan Iran, dan kedua pihak memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan. Namun, media pemerintah Iran membantah adanya negosiasi, sehingga memicu kebingungan di kalangan investor. Ketidakpastian itu, diperparah dengan lonjakan kembali harga minyak dunia.
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menambah tekanan pasar saham seiring lonjakan potensi tekanan inflasi, dan prospek kebijakan moneter menjadi lebih ketat. The Fed sebelumnya memberi sinyal hanya akan memangkas suku bunga satu kali pada 2026. Pelaku pasar kini tidak lagi memperkirakan pemangkasan suku bunga tahun ini, berbalik dari ekspektasi sebelumnya.
Pelemahan mayoritas indeks utama Bursa Wall Street, dan ketidakpastian global menyusul konflik geopolitik Timur Tengah berpotensi menjadi sentimen negatif untuk pasar. Sementara itu, aksi net buy asing, dan penguatan mayoritas harga-harga komoditas diperkirakan dapat menjadi sentimen positif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini Rabu, 25 Maret 2026 diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah pada kisaran support 7.000-6.920, dan resistance 7.225-7.328. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham MEDC, UNVR, AADI, ISAT, ENRG, dan INKP. (*)
Related News
Trump Tahan Serangan, IHSG Tetap Tertekan
IHSG Kritis, Serbu Saham Tahan Banting Berikut
Wall Street Mixed, Minyak Brent Ngamuk ke USD104 per Barel
Ujung Tanduk IHSG di Level 6.000, Ke Mana Arahnya?
Fokus Holding Bergeser, Peringkat Danareksa Turun ke idA+
Jaring Solusi Digital Berbasis AI, Telkomsel Geber NextDev ke-12





