Wall Street Drop, IHSG Orbit Zona Merah
:
0
Sejumlah pengunjung tampak melintasi koridor dengan layar menyajikan pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street terkoreksi cukup signifikan. Itu seiring data nonfarm payrolls merosot, dan kekhawatiran investor merebak mengenai dampak penerapan kebijakan tarif impor.
Berdasar data dari Biro Statistik Ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), pada Juli 2025 hanya ada penambahan jumlah pekerja 73 ribu. Lebih rendah dari konsensus dengan prediksi ada tambahan tenaga kerja 100 ribu.
Sementara itu, untuk edisi Juni-Mei 2025, juga mengalami revisi turun signifikan, masing-masing menjadi 14 ribu dan 19 ribbu dari sebelumnya 147 ribu dan 125 ribu. Presiden AS Donald Trump akan mengenakan tarif impor 10-41 persen untuk negara-negara tidak mencapai kesepakatan.
Lalu, menambah 40 persen untuk barang transhipment. Kanada sebagai salah satu mitra dagang terbesar akan dikenakan tarif impor 35 persen naik dari sebelumnya 25 persen. Koreksi cukup signifikan bursa Wall Street seiring data nonfarm payrolls lemah diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Sementara itu, lonjakan harga beberapa komoditas seperti emas, crude palm oil (CPO), nikel, timah, tembaga, dan aksi jual investor asing mereda diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah.
Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 4 Agustus 2025, indeks akan mengitari area support 7.480-7.420, dan titik resistance di level 7.595-7.655. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan pelaku pasar mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, INCO, JPFA, EXCL, TPIA, UNVR, dan BRMS. (*)
Related News
Bittime: Empat Faktor Ini Perlu Dicermati Investor Kripto di Q4 2026
IHSG Rebound sejak Awal Oktober, Terbuka Peluang Penguatan Lanjutan
100 Hari Direksi Baru BEI, Pakar UGM Junjung Kinerja Reformasi Pasar
Ramaikan MotoGP Mandalika 2026, BNI Hadirkan ini
IHSG Menguat ke 6.093, Lima Saham Ini Catat Transaksi Tertinggi
Kembali Memantul, IHSG Sesi Siang Mendarat di 6.052 Naik 0,35%





