Wall Street Jeblok, IHSG Cenderung Menguat
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhirnya kompak ditutup melemah. Itu dipicu mulai dari keraguan investor terhadap keberlanjutan tren bulish saham teknologi kecerdasan buatan (AI). Saham-saham teknologi berhubungan kecerdasan buatan mengalami koreksi cukup dalam.
Nvdia terkoreksi 2,82 persen, Oracle susut 4,36 persen dan Amazon anjlok 3,04 persen. Sementara itu, tambahan sentimen negatif juga datang dari pernyataan terbaru gubernur The Fed Jerome Powell. Ia mengatakan valuasi saham sudah berada pada level cukup tinggi alias overvalue.
Powell juga memberi sinyal rencana pemangkasan suku bunga acuan ke depan belum jelas. The Fed berada dalam situasi cukup menantang. Koreksi indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara lonjakan harga beberapa komoditas, aksi beli investor asing, dan kebijakan terbaru pemerintah dari sisi fiskal berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 8.070-8.015, dan resistance 8.180-8.235. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menyerap saham SMRA, PWON, PSAB, HRTA, INCO, dan TINS sebagai jujukan investasi. (*)
Related News
IHSG Menguat 1,76 Persen, Sektor Konsumen Non Primer Pimpin Reli
IHSG Bersemi 1,67 Persen ke 7.704 di Sesi I, Dipikul Sektor Siklikal
RI Harus Ubah Status Flu Burung Agar Pasar Saudi Tak Lepas
Daya Tampung BBM Terbatas, Presiden Minta Bangun Storage Baru
Jenuh Jual, IHSG Potensial Rebound
Rawan Koreksi, IHSG Orbit Area 7.311





