Wall Street Loyo, IHSG Cenderung Menguat
:
0
Suasana di plataran Banten Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Mengakhiri perdangangan Januari 2026, indeks bursa Wall Street kompak melemah. Itu dipicu beberapa sentimen negatif. Mulai keputusan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memilih Kevin Warsh sebagai penerus Jerome Powell.
Kevin Warsh dinilai sebagai sosok Hawkish, berbanding terbalik dengan keinginan Trump untuk menurunkan suku bunga acuan secepat mungkin. Sentimen negatif kedua lonjakan inflasi tingkat produsen (PPI) mengindikasikan ada peluang kenaikan inflasi konsumen (CPI) ke depan.
Pada Desember tahun lalu, inflasi tingkat produsen tercatat naik 3 persen yoy, sama seperti bulan sebelumnya namun lebih tinggi dari ekspektasi 2,7 persen yoy. Koreksi indeks Wall Street, dan beberapa harga komoditas diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Sementara rencana Danantara masuk pasar untuk membeli saham berkualitas baik, dan komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Self Regulatory Organization (SRO) memenuhi keinginan Morga Stanley Capital International (MSCI) soal transparasi kepemilikan saham berpeluang menjadi sentimen positif.
So, indeks IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 2 Februari 2026, indeks akan mengitari kisaran support 8.170-8.010, dan resistance 8.490-8.650. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham PGAS, TLKM, JPFA, BBTN, WIIM, dan MYOR. (*)
Related News
Awas, IHSG Menuju Level Psikologis 6.000
IHSG Rawan Koreksi, Fokus Pasar Beralih ke Hal Ini
BTN Pacu Ekosistem Perumahan, Bangun Hunian hingga KPR 40 Tahun
IHSG Awal Pekan Tutup di Bawah 6.200, GOTO Kini Bukan Saham Gocap Lagi
Aturan Rp1 & Evaluasi FCA Berlaku, IHSG (28/9) Dibuka Jeblok Nyaris 1%
Gocap Tapi Jumbo! GOTO Jadi Raja Market Cap Rp57T di Harga Rp50





